Fenomena Angka 2

360

IMG_20181216_173314

Mungkin terasa berlebihan jika saya harus mengatakan untuk saat ini angka dua menyimpan banyak makna dan fenomena, dan mungkin juga persoalan yang terjadi sekarang ini karena bermuara di angka tersebut. Meski begitu, nyatanya angka dua cukup banyak menuai fenomena atau bisa jadi angka itu merupakan kunci dari persoalan yang mendera kita belakangan ini.

Seperti halnya yang terjadi di tataran dunia politik pilpres saat ini, dimana pasangan pilpres nomor satu atau cawapresnya kerap menuai kontraversi, KH Ma’ruf Amin adalah pasangan pilpres Jokowi, dan sebelum dipasangkan dengan Jokowi, kyai kharismatik itu selalu digadang-gadang dengan persoalan keulamaanya yang pada akhirnya bermuara pada kelebihan dan kekurangannya sebagai cawapresnya Jokowi.

Termasuk Sandiaga Uno yang merupakan pasangan dari capres Prabowo Subianto, Sandiaga ini dengan segala kelebihan dan lainnya juga diyakini banyak pihak sebagai kartu kemenangannya Prabowo dalam pilpres saat ini dengan segala manuver, strategi dan pola pergerakan politik yang dibuatnya.

IMG_20181216_171833
Adapun fenomena angka dua jika di artikulasi dalam bentuk esensi keimanan seorang yang beragama Islam diposisikan sebagai sebuah kesaksian kita bahwa Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam adalah benar utusan Allah SWT yang diturunkan sebagai pembawa syafaat dan penebar rahmat bagi seluruh alam.

Seorang Anies Baswedan pun sempat keteteran dalam menjalankan tugasnya sebagai gubernur DKI lantaran pasangannya di pinang menjadi cawapres dan kini sang gubernur yang sering di gelari ‘Gubernur rasa presiden itu sedang menimang dan mengharapkan seorang wakil untuk bersama-sama menjalankan roda pemerintahan ibukota RI.

Fenomena nomor dua juga saat ini membelit kota Cilegon yang kehilangan walikotanya lantaran tersandera kasus korupsi, dan Mendagri langsung menyematkan jabatan plt walikota kepada sang wakil dan saat ini, seperti halnya Anies Baswedan di Jakarta, plt walikota Cilegon pun mulai meradang merindukan wakil pendamping guna menyelesaikan tugas akhirnya sebagai kepala daerah.

Munculah sebuah pertanyaan, seberapa urgen sih seorang wakil bagi pasangan capres maupun wakil kepala daerah? Bukankan tugas wakil hanya sebagai pelengkap pasangan karena tidak memiliki kebijakan?
Seperti halnya kehidupan rumah tangga yang dibangun oleh pasangan suami istri, masing-masing memiliki peran dan fungsi yang berbeda, meski demikian peranan dan fungsi itu bukan sebagai pelengkap tapi lebih kepada suksesnya perjalanan dan putaran roda kehidupan rumah tangga, sehingga tercipta sebuah harmonisasi kehidupan rumah tangga yang sakinah mawadah warohmah..

Sebenarnya masih banyak tulisan terkait seputar fenomena nomor dua, tapi karena mata udah pedes akhirnya nyerah dech..the next..

Dan foto tanpa caption itu hanya sebuah gambar dua bocah polos yang disesuaikan dengan judul dan tema tulisan, hehehe..
The end.