Dishub Buka Trayek Baru Seruni-Ciwandan Berharap Dapat Mengurangi Kepadatan Jalur Protokol

222
Pembangunan selter sebagai sarana transit para penumpang bus jalur Seruni-Ciwandan
Pembangunan selter sebagai sarana transit para penumpang bus jalur Seruni-Ciwandan

CILEGON – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon membuka trayek baru dari Terminal Seruni hingga Kecamatan Ciwandan melalui jalur Jalan Lingkar Selatan (JLS). Uji coba trayek baru itu akan dimulai pada tahun 2019.

Kepala Dishub Kota Cilegon Andi Affandi menjelaskan, sebelum uji coba trayek baru itu dimulai, Dishub Kota Cilegon membangun empat shelter di sepanjang jalur tersebut dan memesan dua bus tiga perempat.

Keempat shelter itu dibangun di Terminal Seruni, jalur Pondok Cilegon Indah (PCI), dan akhir jalur JLS di Kecamatan Ciwandan. Untuk membangun empat shelter itu Dishub menggelontorkan anggaran sekira Rp1,4 miliar.

Sedangkan untuk membeli bus, Dishub menggelontorkan anggaran sekitar 1,3 miliar rupiah.

“Akhir Desember pemesanan bus ditarget selesai, shelter juga sama,” ujar Andi di ruang kerjanya, Senin (10/12).

Lajut Andi, trayek baru itu dibuat atas beberapa hal pertimbangan. Menurutnya, pembukaan trayek baru itu untuk meramaikan jalur tersebut dan mendorong pembangunan ekonomi di sepanjang jalur yang melewati tiga kecamatan di Kota Cilegon tersebut.

Kemudian, pembukaan trayek baru itu pun untuk menyikapi kepadatan kendaraan di jalur protokol serta bertambahnya titik kemacetan di Kota Cilegon.

“Saat ini masyarakat yang akan ke daerah Anyar yang menggunakan transportasi massal dan angkutan umum masih memutar lewat jalur protokol, dengan kita buka nanti akan terbagi sehingga bisa mengurangi kepadatan di jalur protokol,” papar Andi.

Untuk mengurai kepadatan kendaraan di jalur protokol, Dishub Kota Cilegon pun akan mengkaji ulang trayek transportasi umum di Kota Cilegon. Kajian itu dilakukan supaya trayek transportasi umum bisa menyentuh pada layanan publik, misalnya jalur sekolah dan pasar.

“Sekarang kan infrastruktur jalan kita sudah bagus, tinggal bagaimana trayek itu bisa menyentuh pada kepentingan masyarakat dan tidak tertumpu di jalur protokol saja,” ujarnya.

Soal uji coba trayek Terminal Seruni-Ciwandan, Andi mengaku, belum bisa memastikan uji coba itu dilakukan hingga kapan. Menurutnya, uji coba itu disesuaikan dengan kondisi respons masyarakat. Rencananya, tahun 2019 mendatang, sambil uji coba, Dishub akan membangun shelter non permanen di sejumlah titik di jalur tersebut.

“Kita ingin mendorong masyarakat beralih, tidak menggunakan kendaraan pribadi, beralih ke transportasi massal, penataan supaya tidak terlalu padat oleh kendaraan pribadi, makanya kita mendorong transportasi massal dan angkutan umum,” ucap Andi.

(Bayu/BB)