Data BNPB, 168 Orang Tewas Akibat Hantaman Tsunami Selat Sunda

463
petugas BNPB menyiapkan Ratusan kantung jenazah  korban Tsunami Selat Sunda
petugas BNPB menyiapkan Ratusan kantung jenazah korban Tsunami Selat Sunda

Tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda hingga siang ini, sudah menelan total 168 korban jiwa.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan jumlah korban bisa saja terus bertambah karena Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus melakukan pembaruan data.

Tsunami Selat Sunda terjadi pada Sabtu malam, sekitar pukul 21.27 WIB. Tsunami diduga terjadi akibat longsoran bawah laut yang disebabkan erupsi Gunung Anak Krakatau

Sebanyak 168 orang meninggal dunia akibat bencana alam tsunami yang menerjang Selat Sunda pada Sabtu (22/12/2018) malam.

“Tercatat 168 orang meninggal dunia, 745 orang luka-luka, 30 orang hilang, 556 unit rumah rusak, sembilan hotel rusak berat, 60 warung rusak dan perahu kapal yang mengalami kerusakan ada 350,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangannya, Minggu (23/12/2018).

Selain itu, puluhan kendaraan baik roda dua maupun roda empat rusak akibat hantaman gelombang tsunami tersebut.

Ia menambahkan, jumlah korban dan kerusakan bangunan di Pandeglang, Serang dan Lampung Selatan kemungkinan akan terus bertambah. Sebab belum semua wilayah dapat terdata dengan baik.

“Dan data ini kemungkinan masih akan terus bertambah, mengingat belum semua daerah yang terdampak tsunami baik Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lampung Selatan, semuanya terdata, semuanya didata dengan baik sehingga data bisa final,” jelasnya. (Jul/bb)