Akibat Tsunami Selat Sunda, 69 Hotel dan Villa di Pandeglang Rusak

254

potret-kerusakan-desa-way-muli-lampung-selatan-dampak-tsunami-selat-sunda

Sebanyak 69 hotel dan vila di Kabupaten Pandeglang, Banten rusak akibat tsunami Selat Sunda, Sabtu (22/12) malam. Data terbaru tersebut berdasarkan catatan Tourism Crisis Center (TCC) Kementerian Pariwisata.

“Amenitas di Pandeglang cukup banyak terdampak pasca tsunami tercatat 69 hotel dan villa rusak serta 60 warung makan dan toko rusak,” kata Ketua TCC Kementerian Pariwisata, Guntur Sakti dalam siaran pers yang diterima Wartawan, Selasa (25/12).

Menurutnya, dampak kerusakan terberat akibat tsunami Selat Sunda adalah homestay sepanjang Jalan Raya Tanjung Lesung ke arah Kecamatan Sumur.

Data yang diterima tim Tourism Crisis Center (TCC) Kemenpar hingga Senin (24/12) pada Kabupaten Pandeglang dan Bufferzone Tanjung Lesung, daerah yang terdampak parah adalah pemukiman dan daerah tujuan wisata di Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang, dan Pantai Carita.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus melakukan monitoring pasca tsunami di Lampung dan Banten yang terjadi pada 22 Desember 2018 untuk memberikan informasi terupdate khususnya mengenai 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas) di sekitar Banten dan Lampung pasca tsunami.

“Tim TCC terjun dan memantau langsung agar kami selalu update mengenai perkembangan kondisi disana, khususnya terkait wisatawan dan 3A terdampak. Mudah-mudahan, itu semua akan membuat situasi semakin terang. Tidak banyak hoax, tidak menciptakan kepanikan, dan semua bisa melewati situasi ini dengan baik.” ujar Guntur

Editor : Wahyu Adityo Prodjo