23 Orang Meninggal & 288 Luka-Luka Akibat Terjangan Ombak Besar di Pandeglang

74

images (1)

Bupati Pandeglang Irna Narulita mengkonfirmasi sebanyak 23 orang meninggal dunia dan 288 orang mengalami luka ringan dan berat akibat gelombang tinggi yang terjadi kemarin malam.

“Ada 23 orang (meninggal dunia), korban luka ringan dan berat ada 288 orang,” ujar Irna saat dikonfirmasi. Minggu (23/12/2018).

Selain pemukiman warga, gelombang tinggi juga merusak sarana dan fasilitas di Hotel Tanjung Lkhusus di Kecamatan Panimbang. Bahkan, mengakibatkan tamu hotel menjadi korban.

Untuk saat ini, kata Irna, Pemkab Pandeglang sedang melakukan evakuasi dan penyisiran diseluruh wilayah terdampak bersama masyarajat, Polri, TNI, relawan. “Mohon doanya,” tandasnya.

Tsunami Anyer

Diketahui, Sejumlah wilayah pantai di Selat Sunda, meliputi wilayah pantai Kabupaten Pandeglang, Serang dan Lampung Selatan dilanda gelombang tsunami yang membuat panik warga sekitar pantai. BMKG memastikan bahwa tsunami itu bukan dipicu oleh gempa bumi. Namun, akibat longsor bawah laut karena pengaruh dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melalui akun Twitter-nya, Minggu (23/12/2018) mengungkap bahwa, sesaat sebelum terjadi tsunami, terdeteksi adanya aktivitas erupsi dari Gunung Anak Krakatau. Bahkan, imbas dari erupsi itu menyebabkan alat seismograf pendeteksi gempa sempat rusak. (Bary)