Nelayan Tanjung peni Tolak Keras Sosialisasi Optimalisasi Lahan KS

IMG20181004101423
Sekretariat nelayan tanjung peni tempat Sosialisasi optimalisasi lahan KS. dok/Bidikbanten

Bidikbanten – Musyawarah yang di inisiasi  oleh PT KS dalam hal ini di hadiri Plt.GM.Sec.GA Ridwan dengan Masyarakat Nelayan Tanjung Peni di Sekretariat Nelayan Tanjung Peni, dengan Agenda Sosialisasi Program Optimalisasi Lahan PT. KS  HK/ 05.00/711/1X/2018, Berakhir dengan Penolakan keras dari masyarakat nelayan sebagai sumber penghidupan mereka, Kamis 4 Oktober 2018.

Ust Sunardi Ketua PMAG  dalam pertemuan tersebut mengatakan, “Coba tolong di teliti sejarah KS ini, apakah ada alih pungsi dan sebagainya? Ini orang KS datang ga bawa apa-apa malah datang bawa kabar beginian, Kasiham masyarakat nelayan, kalo harus di gusur lagi kami tolak, apalagi kalau buat perusahaan asing, ini rentan ada penyelundupan narkoba, Senjata dan sejenisnya, yang bisa menambah beban berat tugas TNI dan POLRI, maka biarkanlah lahan ini di jaga oleh rakyat dan di lestarikan oleh masyarakat nelayan ini.” tegas Ust Sunardi.

Selanjutnya Bustomi, Masyarakat perwakilan warnasari juga sebagai masyarakat kena gusuran sejak 1970 pernah mengalami kehidupan di tanjung peni memaparkan bahwa, PT. KS mendapatkan surplus lahan sekitar 150 hektar dari pembebasan lahan tersebut,

” Kesimpulannya begini, dari 3000 Ha PT. KS membebaskan tanah milik masyarakat, mendapat kelebihan tanah sebanyak 150 Ha, karena jalan, sungai kekulung tidak di bayar tidak di bayar ganti rugi, ini saya ketahui waktu ada pertemuan KS dengan Pemkot Cilegon.
Makanya wong KS sama orang Pemda ga berani karena ada kartu truf nya.” terang bustomi.

Sementara itu Plt.GM.Sec.GA Ridwan, menolak di wawancari awak media terkait penolakan keras dari masyarakat nelayan tersebut.(Wan)