Dinkes Terapkan Kebijakan Digitalisasi Untuk Wujudkan Agenda Cilegon Sehat

IMG-20180921-WA0019

BIDIK BANTEN – Dinas Kesehatan Kota Cilegon Terus Meningkatkan Kinerja dalam Hal Pelayanan Publik, Guna Mempermudah dan Mengefisiensi Antrian di Loket Pembayaran yang Telah di Lakukan Pada Tahun ini dengan Melengkapi Sarana dan Prasarananya.

dr. Hana Johan, MARS, Selaku Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cilegon Mengatakan, Saat ini Pihaknya Sudah Menggunakan Aplikasi ePuskesmas NG, Dalam Aplikasi ini di Harapkan dapat Mengurangi Proses Pencatatan Secara Manual dan Sistem ini Akan di Kembangkan Sebagai Sistem Pencatatan dan Pelaporan Yang Terintergasi dengan Dinas Kesehatan. Sehingga Lebih Mudah Melakukan Pemantauan Secara Kontinyu Terhadap 8 Puskesmas di Wilayah Kota Cilegon. Kemudian Efisiensi Kinerja Petugas, Paperless Pada Proses Bisnis dan Mengoptimalkan Pelayanan Kepada Masyarakat.

” Aplikasi ini Merupakan Suatu Sistem Aplikasi Moduler yang Mampu Menjadi SinglePoint Aplication dalam Melakukan Management Puskesmas Sejak Pendaftaran Puskesmas Hingga Pelaporan Rutin Ke Dinas Kesehatan.” Terang Johan.

Ia (Hana Johan) Juga menambahkan, apabila e-Puskesmas ini sudah benar-benar terimplementasi dengan baik, maka si pasien akan lebih nyaman lagi untuk berobat di manapun. Karena, medical recordnya bisa diketahui oleh dokter yang akan menangani.
Hal lain yang dianggap cukup penting adalah aplikasi ini sudah terkoneksi dengan aplikasi BPJS, sehingga akan memudahkan masing-masing institusi berbagi informasi data terkait historikal data pasien. Mengingat pentingnya aplikasi e-Puskesmas ini dalam penanganan pasien.

Program e-Puskesmas merupakan implementasi kebijakan digitalisasi yang telah dicanangkan Pemerintah Pusat melalui Sistem Informasi Kesehatan nya
Hal itu sebagai perwujudan Keputusan Menteri Kesehatan nomor 511/Menkes/SK/V/2002 tentang Kebijakan danStrategi Pengembangan SIK Nasional (SIKNas). Sehingga, solusi aplikasi e-Puskesmas adalah sebagai salah satu jawabannya.

“Aplikasi ini, tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat. Bagi kami sendiri, sangat bermanfaat,” ucap dokter ramah ini di ruangan kerja nya, Jumat (21/09).

Diceritakan Hana Johan, awal mula kebijakan pencatatan dan pelaporan secara paperless di inisiasi laporan sering terlambat, juga dalam bentuk laporan tulis yang cukup tebal. Sehingga tidak efektif. Dan data yang dihasilkan masih berbeda-beda antara pemegeng program di Dinas dengan Puskesmas Kemudian, mulai bertahap dibuat laporan secara paperless. Selain efektif juga lebih mudah saat diperiksa. Dengan laporan digital pemeriksaan dan pelaporan juga lebih mudah dan up to date.

“Dengan cara ini kami lebih mudah, semoga menjadi solusi untuk mendapatkan informasi pembangunan kesehatan secara berkala” ePuskesmas NG ini juga akan di integrasikan dengan eFarmasi sehingga gudang obat Dinkes bisa lebih mudah dalam melakukan pemantauan dan eRujukan yang akan diintegrasikan di 4 Rumah sakit di Kota Cilegon. ” jelasnya.

Untuk Mewujudkan Agenda Kota Cilegon Sehat Seperti yang Tertuang dalam RPJMD, Pihaknya Akan terus Melakukan Pelayanan Secara Maksimal. ( Wawan).