Jemaah Asal Surakarta Paling Banyak Meninggal Musim Haji Tahun ini

Picture2

Jumlah jemaah calon haji asal Embarkasi Surakarta, Jawa Tengah yang meninggal dunia selama penyelenggaraan ibadah haji 2018 di Tanah Suci hingga saat ini menjadi tertinggi dibandingkan 12 embarkasi lainnya di Indonesia.

Seperti dilansir Antara, Kamis (23/8/2018), berdasarkan data yang diterima melalui Sistim Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Embarkasi Surakarta di Asrama Haji Donohudan Boyolali, jumlah jemaah asal embarkasi Surakarta meninggal dunia di Tanah Suci sebanyak 24 orang.

Sedangkan embarkasi lainnya seperti Surabaya ada 16 orang dan disusul Jakarta/Bekasi (JKS) 15 orang.

Data terakhir calon haji embarkasi Surakarta yang meninggal dunia di Tanah Suci yakni Siti Rofingah Dahlan (63), warga Pageraji RT 3/RW 10 Cilongok, Kabupaten Banyumas, tergabung dengan kloter 91.

Calon haji ini, dilaporkan meninggal karena sakit di pemondokan Makkah, Arab Saudi, Senin 20 Agustus 2018. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Subbagian Humas PPIH embarkasi Surakarta Afief Mundzir.

“Jumlah totalnya ada 25 orang yang terdiri 24 orang meninggal di Tanah Suci dan satu lainnya di Tanah Air saat kegiatan pemberangkatan. 25 orang yang meninggal itu, terdiri 22 orang asal Jateng dan tiga sisanya Yogyakarta,” ujar Afief.

Dia mengatakan, berdasarkan data melalui Siskohat embarkasi Surakarta, jemaah haji asal Jateng dan Yogyakarta yang diberangkatkan melalui Bandara Adi Soemarmo hingga saat ini terbanyak dibanding 12 embarkasi lainnya di Indonesia.

“Hal tersebut karena jemaah calon haji Embarkasi Surakarta pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, kuotanya lebih banyak dibanding embarkasi lainnya di Indonesia, dan berdasarkan data dari kesehatan, jemaah yang masih resiko tinggi berdasarkan usia sekitar 60 hingga 70 persen total yang diberangkatkan,” papar Afief.