Konstituen Tak Diperhatikan, Warga 4 Kampung ini Dukung Caleg Baru

unnamed (1)

Jelang tahun politik yang akan berlangsung serentak pada 2019 mendatang menuai pro dan kontra soal majunya kembali caleg incumbent yang dinilai oleh masyarakat kurang aspiratif.

Beberapa kalangan masyarakat menghendaki adanya pergantian figur baru yang harus duduk di kursi legislatif sebagai perwakilan dari masyarakat karena masyarakat menghendaki adanya perubahan dan perbaikan akibat lemahnya kinerja para anggota Dewan.

Dukungan masyarakat terhadap munculnya figur caleg baru pun semakin deras mengalir, hal itu terjadi lantaran kekecewaan masyarakat yang merasa setelah terpilih para anggota dewan tersebut tidak memberikan sumbangsih terhadap warga yang memilihnya.

“Boro-boro mau datang setelah terpilih, sampai mau pemilihan dewan kembali orang-orang yang terpilih itu gak keliatan mukanya”ujar Toni, salah seorang warga lingkungan Tepura, kecamatan Jombang, kota Cilegon kepada Bidik Banten, Rabu (25/7/2018).

Bukan hal itu saja yang menjadikan warga kecewa, bahkan para anggota dewan yang terpilih periode kemarin itupun dinilai tidak memprioritaskan program resesnya diwilayah pemilihan, akibatnya warga kesulitan dalam menyampaikan aspirasinya.

“Di wilayah ini banyak suara yang mendukung dewan A, B dan C, tapi giliran ada reses kampung gak pernah kebagian, jadi kaya gak ada dewannya” ungkap Nurhayati, seorang ibu rumah tangga warga lingkungan Kenanga.

Lain lagi cerita Amir, warga kampung sebelah, dia yang pernah menjadi tim sukses salah satu calon anggota dewan itu merasa kecewa lantaran setelah jagoannya menang dan menjadi dewan malah dirinya ditinggalkan, terlebih saat itu keluarganya sedang membutuhkan bantuan biaya lantaran mengalami musibah, namun orang yang dia perjuangkan tersebut malah tak menghiraukan.

“Untuk itulah saya dan keluarga berjanji tidak akan memilih calon anggota dewan yang jauh, karena percuma nantinya gak akan bisa bantu kita kalo ada apa-apa, mendingan kita dukung caleg dari kampung sendiri”. Ucapnya.
(KD)