Isra’ Mi’raj di Madjid Jami’ Al-Furqon Palas Dihadiri Ribuan Jamaah

IMG-20180320-WA0059

BBC – Dalam rangka memperingati Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1439 H, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami’ Al-Furqon Palas, Keluraham Bendungan, Kecamatan Cilegon, menghadirkan penceramah KH. Muhammad Yumni, BA yang bertempat di halaman Masjid setempat. Selasa (20/3/2018) malam.

Pada peringatan di tahun 2018 ini, DKM Jami’ Al-Furqon Palas mengusung tema: “Kita Jadikan Sholat Sebagai Sarana Mewujudkan Sifat Tawadhu, Disiplin, Sabar dan Jujur Dalam Bermasyarakat.”

Selain dihadiri sesepuh masyarakat Palas Al Mukarom KH. Suhaemi, tokoh masyarakat setempat, Ketua PCNU Cilegon serta beberapa pejabat Pemkot Cilegon. Tampak ribuan jama’ah yang terdiri dari warga setempat RT 01, 02, 16, dan 17 /01 serta para santri dari beberapa Pondok Pesantren yang ada di Palas, dengan hikmad mengikuti Tawasulan, menyimak pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an hingga ceramah Agama yang disampaikan oleh Kyai berjuluk Ki Peci tersebut.

Diketahui, Peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Sallallahu ‘alaihi Wassalam (SAW), diambil dari dua buah kata yang penuh arti yaitu Isra’ yang berarti “perjalanan malam” dan Mi’raj yang berarti “naik ke langit”. Perjalanan malam yang dimaksud adalah perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Dari peristiwa Isra’ Mi’raj inilah umat Islam di seluruh dunia mengenal yang namanya sholat dan diwajibkan untuk melakukan sholat 5 waktu dalam sehari semalam.

Peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi tepat pada tahun 621 Masehi, meski umumnya di Indonesia dilaksanakan pada tanggal 27 Rajab namun karena antusiasnya warga Palas, acara ini dilaksanakan pada tanggal 2 Rajab.

Kala itu, 3 tahun sebelum hijrah, Nabi Muhammad SAW waktu itu sudah berumur 51 tahun dan peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi saat tengah malam hingga subuh waktu Mekah. Peristiwa ini terjadi karena Nabi Muhammad SAW yang sedang dalam keadaan duka. Beliau telah ditinggal mati oleh dua orang yang sangat dicintai yaitu Khadijah sang istri dan Abu Thalib sang paman. Saat itu, Nabi Muhammad SAW mengalami duka yang sangat mendalam sehingga untuk menghibur Nabi Muhammad SAW, Allah SWT mengajak Nabi Muhammad SAW ke suatu perjalanan hingga sampai ke Sidrotulmuntaha untuk bertemu dengan-Nya.

Ketua DKM Jami’ Al-Furqon Palas Ustadz Rosihin dalam sambutannya mengatakan, peringatan Isro Mi’raj ini merupakan salah satu program DKM yang telah dan akan rutin dilaksanakan setiap tahunnya.

“Peringatan Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini merupakan program tahunan, tujuannya untuk mengingatkan bahwa Sholat 5 waktu itu penting dan kewajiban yang tidak dibatasi oleh situasi kondisi selama masih normal akal pikirannya. Dengan momentum ini juga semoga bisa mempererat silaturahmi menguatkan ukhuwah Islamiyah serta kekompakan antar warga yang bisa memperlancar kegiatan-kegiatan masyarakat Palas.
Selain itu, ilmu Agama juga bisa di petik dari penceramah,” terangnya.

Sementara itu, Ki Peci kyai asal Ciruas Kabupaten Serang tersebut dalam ceramahnya, menyampaikan banyak pesan-pesan positif tentang Agama Islam khususnya terkait peristiwa bersejarah dan sakral Isro Mi’raj yang dikomparasikan dengan kehidupan kekinian. Ribuan jama’ah yang ramai hingga ke jalan depan Masjid tersebut, tampak dengan seksama menyimaknya. (RILIS)