Reformasi Gagal Menciptakan Kader Partai  Anti Korupsi

Jaelani Marwan
               Oleh: Jaelani Marwan

Reformasi yang di kemas pada 1998-1999 nyatanya belum mampu menghasilkan sistem politik yang demokratis dan partisipatif.

Terbukti , Partai Politik yang awalnya diharapkan sebagai motor penggerak demokrasi belum mampu melahirkan kader partai yang berkarakter negarawan yang bebas dari politiik uang.

Banyaknya kasus dan modus korupsi yang terjadi di negara ini, malah semakin menenggelamkan citra partai dan para kadernya.

Apakah yang menjadi persoalan sehingga partai politik sulit mendorong kader-kadernya menciptakan lingkungan yang jujur dan frofesional?

Sejatinya, partai pollitik sebagai tiang penyangga demokrasi memberikan pendidikan politik kepada kader dengan sebaik baiknya.

Jangan sampai terjadi krisis moralitas dan integritas dalam kaderisasi partai ditengah perubahan, politik, ekonomi, keamanan dan sosial.

Sehingga pada akhirnya masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan parpol yang mengusung jargon anti korupsi.

* Penulis adalah Pemerhati Politik Kota Cilegon