Putra Gubernur Banten ini Siap Maju di Pilkada Tangerang

189

Muhamad Fadhlin Akbar

Bidik Banten, Kota Tangerang – Bursa calon Walikota dan wakilnya semakin marak pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Tangerang 2018 mendatang, dengan bakal hadirnya Muhamad Fadhlin Akbar, yang tak lain merupakan putra Gubernur Banten terpilih sekaligus mantan dua periode Walikota Tangerang, Wahidin Halim .

Pemuda 27 tahun itu menyampaikan kesiapannya kepada Wartawan, usai mendampingi sang ayah dilantik sebagai Gubernur Banten, Jumat (12/5) lalu.

“Kalau masyarakat serius menginginkan perubahan agar Kota Tangerang lebih baik kedepannya dan berintegritas ayo kita sama-sama bangun, tetapi kalau hanya selebrasi buat apa,” ujarnya kepada wartawan.

Munculnya politisi muda ini diprediksi semakin memanaskan persaingan Pilkada Kota Tangerang. Dikabarkan, sejumlah partai telah memasukan namanya dalam bursa balon Walikota Tangerang 2018 mendatang, selain pasangan petahana Arief R Wismansyah – Sachrudin, adik Wahidin Halim, Abdul Syukur, dan lainnya.

Diketahui sebelumnya, Fadhlin sempat mencalonkan diri dalam pemilihan anggota DPRD Provinsi Banten tahun 2014 lalu. Meski belum sempat mencicipi kursi parlemen, Fadhlin yang kala itu bersama Partai Demokrat berada diurutan kedua, mampu bersaing dari politikus pendahulunya, dengan perolehan suara sebanyak 23 ribu suara. Atas dasar dukungan masyarakat itu pula,
Fadhlin menyatakan siap dan bersedia maju dalam Pilkada Kota Tangerang 2018.

Meskipun namanya masuk di dalam bursa Pilkada 2018 dan disandingkan dengan sejumlah nama lainnya, namun Fadhlin tetap menyerahkan hasil akhirnya nanti.”Politik itukan dinamis, setiap saat dia berubah, apapun keputusannya kita lihat nanti,” tegasnya. Dimintai tanggapannya tentang Kota Tangerang, Fadhlin menilai bahwa saat ini Kota Tangerang telah memiliki program yang sudah cukup baik, namun dalam sisi implementasinya masih kurang maksimal, misalnya soal pelayanan kesehatan dan pendidikan.

“Kota Tangerang ini bagus, peran pemerintahnya juga sudah masuk di sektor-sektor yang dibutuhkan masyarakat, hanya saja kurang agresif dalam hal fundamentalisnya, misal pelayanan kesehatan dan pendidikan,”pungkas pria yang juga pengusaha ini kepada poskotanews.com. (Dik)