Masyarakat Cilegon Tanggapi Dampak Positif JLU

IMG-20170501-WA0000

Cilegon, (Bidik Banten) – Pro kontra soal jalur wilayah lintasan Jalan Lingkar Selatan (JLU) menuai tanggapan beragam dari masyarakat Cilegon, umumnya masyarakat menilai positif adanya program Pemkot Cilegon yang membuka JLU sebagai jalan akses yang menghubungkan wilayah Cilegon Lingkar Utara.
Seperti diungkapkan oleh Nur Arifin, selaku masyarakat kota Cilegon, dirinya menilai dampak positif pembangunan jalan lingkar Utara (JLU), namun demikian dia menilai dampak positif JLU itu akan dapat dirasakan jika jalur JLU itu melalui wilayah Kelurahan Pabean dan Tegal Bunder kota Cilegon.
“Pembangunan JLU yg dicanangkan Pemkot Cilegon sudah tepat, hanya jalurnya yang harus di kaji ulang , sebab rute yang akan di gunakan terdapat banyak hunian padat penduduk. Berapa banyak warga menjadi korban penggusuran. Kasihan masyarakat, penggusuran mengakibatkan rusaknya jaringan sosial,keluarga dan juga merusak kestabilan kehidupan keseharian ,seperti bekerja dan bersekolah serta melenyapkan aset hunian. Dialog dan negoisasi dengan pihak atau masyarakat setempat harus dilakukan untuk menghindari penggusuran…karena sudah banyak kasus ,akibat penggusuran masyarakat yg selalu di rugikan” ulas Nur Arifin, warga Jombang kota Cilegon, Senin (16/5).
Hal senada dikatakan Nurhayati, wanita asal Purwakarta kota Cilegon ini menilai program Walikota Cilegon yang membuka jalan lingkar Utara (JLU) Cilegon sudah sangat bagus, namun ibu berputra tiga ini menilai, jalur yang dilalui semestinya harus dari wilayah yang paling utara yakni Pabean, sebab menurutnya wilayah tersebut adalah wilayah yang belum tersentuh pembangunan.
“Kami setuju dengan adanya JLU, namun kami mengusulkan kepada bapak Walikota Cilegon agar mau memasukkan wilayah Pabean dan Tegal Bunder kedalam jalur JLU agar masyarakat yang di pinggir Utara kota Cilegon itu juga merasakan dampak positifnya pembangunan itu”. Tuturnya.
Diketahui,Proyek JLU ini rencananya akan membuat akses jalan baru sepanjang 12,5 kilometer yang melintasi 3 kecamatan dan 7 kelurahan di Kota Cilegon. Proyek ini diklaim Pemkot untuk mengurangi tingkat kemacetan kendaraan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

 

Namun, rencana pembangunan JLU oleh Pemkot Cilegon tersebut menuai pro dan kontra terkait wilayah lintasan, sehingga masih dipertanyakan oleh masyarakat kota Cilegon, pasalnya JLU itu dapat dirasakan dampak positifnya oleh masyarakat Utara kota Cilegon manakala wilayah Pabean dan Tegal Bunder dimasukkan kedalam wilayah lintasan JLU. (KD)

BAGIKAN