Bupati Tangerang Minta Komitmen Fasda dan Sekolah Latih Guru Lebih Terampil

61

Bupati tangerang

Tangerang, BIDIK – Bupati Tangerang mengapresiasi upaya USAID PRIORITAS yang telah melaporkan dampak dan capaian program secara baik di Kabupaten Tangerang. Menurutnya, Kabupaten Tangerang masih perlu dukungan program serupa mengingat kebutuhan kualitas pendidikan dasar yang dirasakan perlu. “Bayangkan bahwa di Kabupaten Tangerang kita masih punya seribu empat ratus sekolah non mitra yang belum tersentuh, jadi ini tugas bapak-ibu sebagai mitra untuk berkomitmen menindaklanjutinya,” tegasnya lagi. Bupati pun mendapatkan piagam penghargaan dari USAID PRIORITAS yang telah berkomitmen dalam mendukung pelaksanaan program selama kurun waktu empat tahun.

Kabupaten Tangerang merupakan satu dari 50 Kabupaten/Kota yang terpilih di Indonesia sebagai bagian dari kohor 2. Sebanyak 16 SD/MI dan 8 SMP/MTs di Kabupaten Tangerang dipilih sebagai sekolah mitra yang tersebar di Kecamatan Tigaraksa dan Cisoka. Berdasarkan data per April 2017 ada lebih dari 700 guru dan 100 tenaga kependidikan seperti kepala sekolah, pengawas dan komite sekolah baik di tingkat SD/MI dan SMP/MTs telah mendapatkan jangkauan program USAID PRIORITAS. Jadi sekitar 34 ribu siswa telah merasakan manfaat program ini melalui berbagai pelatihan dan diseminasi modul.

“Kita sudah mendengarkan laporan pelaksanaan bahkan bersama-sama menyaksikan upaya USAID PRIORITAS dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar. Ini artinya sudah melengkapi upaya pemerintah menyediakan berbagai perangkat dan fasilitas agar kualitas pendidikan kita semakin maju sesuai kebutuhan. Kini bagaimana kita melanjutkan jika program ini sudah berakhir?” terang Bupati Tangerang, A.Zaki Iskandar (27/4). Dia melanjutkan lagi, “Saya minta komitmen dari sekolah mitra agar terus mempertahankan dan melanjutkannya menjadi sekolah rujukan bagi sekitarnya. Bagi para fasilitator daerah (fasda) perlu juga komitmen agar dapat meneruskannya atau melatih tenaga pendidik lain agar semakin banyak guru-guru yang terampil.”terangnya.

Untuk mendukung komitmen tersebut, Bupati mengharapkan Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupaten Tangerang dapat membentuk langkah praktis yang dapat segera dilakukan. Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Kabid PNFI Dinas Pendidikan, H. Widodo MS dan Wakil Kepala Kantor Kementerian Agama, Asep Maman Kurniawan.

Masing-masing menyampaikan tanggapan dan rencana keberlanjutan program di tingkat sekolah dan madrasah di hadapan peserta yang hadir. Peserta yang hadir berasal dari seluruh kepala sekolah mitra program USAID PRIORITAS, pengurus KKG/MGMP, fasilitator daerah, junalis. Selain itu, pertemuan ini juga mengundang Bupati, Bagian Hukum Pemda, Kepala Bappeda, Kepala BKD, Kepala Dinas Pendidikan, Kabid Dikdas (kasi SD dan Kasi SMP), Kabid PTK,  Kepala Kemenag, Kasi Mependa Kemenag, Kepala UPT Kecamatan mitra, dan termasuk jurnalis.

Mereka terkesan juga dengan demonstrasi matematika yang dibawakan MTsN 2 Tangerang tentang rumus perkalian yang divisualisasikan. “Ada banyak perubahan yang saya alami usai dilatih USAID PRIORITAS. Salah satunya adalah bagaimana membuat matematika di kelas menarik dan menyenangkan, bahkan saya membuat visualisasi agar siswa tidak sekedar menghafal rumus seperti yang dibawakan siswa dalam demonstrasi berikut,” kata Akidin, guru pendamping demonstrasi siswa. Setelah demonstrasi dilanjutkan dengan testimonial dari Kepala SMPN 4 Tigaraksa yang berbagi pengalaman melibatkan peran serta masyarakat untuk kemajuan sekolah. 

Sejak 2012, USAID PRIORITAS telah bekerja bersama 7 pemerintah kabupaten di  Banten untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar, yakni Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kota Cilegon, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Serang. Kemitraan ini melibatkan 94 sekolah dan madrasah mitra, 35.887 siswa, dan 2.257 guru dan tenaga kependidikan lainnya yang telah merasakan manfaat program USAID Prioritas. Untuk mendiseminasikan modul pelatihan kepada non mitra, telah dilaksanakan replikasi pelatihan yang melibatkan  2.584 sekolah, 20.785 guru, 2.756 kepala sekolah dengan anggaran sebesar Rp 2.885.164.000. (Rosita Anna)