OPD Baru Belum Terbentuk, Kepala SKPD Cilegon Pelesiran Ke Luar Negeri

Foto, Ist
Foto, Ist

CILEGON, (BidikBanten) – Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Baru di Pemerintah Kota Cilegon belum terbentuk, puluhan Kepala Dinas dan Badan, mengadakan perjalanan keluar negeri, tepatnya ke Singapura. Ironis rasanya, puluhan pegawai eselon III dan IV sedang menunggu keputusan penempatan kerja baru, Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) justru melakukan pelesiran.

Salah seorang pegawai eselon III, disalah satu dinas yang namanya dirahasiakan mengatakan, bahwa saat ini Kepala SKPD terbang dengan menggunakan anggaran dari Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Cilegon. Untuk keperluan apa, Sumber tidak dapat membeberkan secara terperinci. “Mereka (Kepala SKPD, red) itu kan harusnya memikirkan permasalahan OPD baru, bukan malah jalan-jalan. Pakainya uang dari BJB Cilegon, apakah itu nantinya tidak akan menjadi unsur gratifikasi?” ujar Sumber tersebut, Jumat (06/01/2017).

Sumber itu menegaskan, perjalanan yang dinilai liburan tersebut, hanya akan menambah persoalan baru nantinya, dikarenakan selain akan menjadi dugaan gratifikasi, perjalanan para kepala SKPD tersebut, tepat pada hari kerja. “Ini kan masih hari Jumat, harusnya mereka masih bekerja, bukan malah jalan-jalan begitu,” ketusnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD Kota Cilegon, Erick Rebiin menyesalkan perjalanan yang dilakukan oleh para kepala SKPD. Pasalnya, para kepala SKPD itu seharusnya memikirkan proses OPD baru yang sedang berjalan. “Harusnya mereka itu kan mikirin bagaimana OPD baru ini agar segera terbentuk, kok malah jalan-jalan. Ini ada apa dengan para kepala SKPD tersebut. Kalaupun memang informasi anggaran perjalanan mereka itu dari BJB Cabang Cilegon, ada apa? kok main digulirkan saja anggaran itu, BJB Cilegon itu kan mitra pemerintah, tabungan PNS semua ada disitu, kenapa kok main dikeluarkan saja,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan, Ketua Fraksi Kebangkitan Demokrat (FKD) DPRD Kota Cilegon, Rahmatullah, bahwa pihaknya akan menelusuri dan memanggil kepala SKPD apabila terbukti menggunakan anggaran dari BJB Cilegon, tanpa diketahui Kepala Daerah. “Itu bisa jadi gratifikasi, karena secara undang-undang sudah diatur, agar kepala daerah dan kepala SKPD tidak menerima hadiah baik berbentuk barang ataupun uang, guna kepentingan pribadi. Apabila beredar informasi, bahwa mereka (kepala SKPD, red) ke Singapura untuk membicarakan masalah rotasi dan OPD baru, kenapa harus kesana (Singapura, red), memangnya tidak ada lokasi yang lebih dekat,” ujar politisi asal partai demokrat.

Sementara, Kepala Cabang Bank Jabar Banten (BJB) Cilegon, saat dihubungi melalui telpon seluler beberapa kali tidak dapat dihubungi. (Mg01/BBC)