Dewan Soroti Jalan Raya Sumur Menuju TNUK Yang Tak Tersentuh Pembangunan

274
Suasana Jalan
Jalan Raya Sumur Menuju TNUK Yang Tak Tersentuh Pembangunan. Dok. BidikBanten

PANDEGLANG, (BidikBanten) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pandeglang mendesak Pemerintah Kabupaten Pandeglang agar memprioritaskan perbaikan jalan menuju tempat wisata, seperti Jalan Raya Sumur-Taman Jaya Ujung Kulon sekitar 10 KM yang menuju kawasan wisata Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) tepatnya di Kampung Sumuradem, Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur yang seperti kubangan kerbau.

Hal tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan bagi wisatawan, dan juga masyarakat sekitar. Hal tersebut diungkapkan oleh ketua komisi III DPRD Pandeglang Iing Andri Supriadi, Senin (09/01/2017). “Jalur wisata itu sudah jelas menjadi perhatian Pemkab, sebab dengan jalan yang bagus akan menarik wisatawan untuk datang kembali. Sehingga, pemasukan bagi PAD (Pendapatan Asli Daera) juga bisa meningkat,” ujarnya.

Iing melanjutkan bahwa, pihaknya akan melakukan pengawasan dengan baik kepada instansi terkait. Sebab, selain jalur menuju tempat wisata, juga menjadi jalan sebagai aktivitas warga sekitar. “Kita akan melakukan pengawalan apalagi menurut kepala DPUPR tahun ini akan dibangun, sehingga tahun ini benar-benar bisa direalisasikan,” tuturnya.

Hal senada dikatakan oleh Anggota Komisi III DPRD Pandeglang Anton Haerul Samsi, sebab pemkab saat ini tengah memprioritaskan terkait inspatruktur, pendidikan dan keseatan. “Kita berharap pemkab menginventarisir semua jalan yang rusak, terutama yang menjadi kewenangannya. sehingga tiap tahun bisa dilakukan perbaikan, dan apabila kewenangan pemprov harus segera diajukan. Termasuk jalan-jalan yang menuju tempat wisata TNUK,” ucapnya.

Ia berharap agar, jalan-jalan di Kabupaten Pandeglang setiap tahun dilakukan perbaikan secara bertahap. Sehingga, perbaikan jalan bisa lebi merata, agar masyrakat juga bisa nyaman dalam melakukan aktivitas. “Kita berharap jangan sampai perbaikan tersebut dilakukan disitu-situ saja, sehingga masyarakat ada yang merasa dianak tirikan,” tukasnya. (Agus/BBC)