Bangunan Permanen Milik Seorang Pengusaha Terancam Longsor

368
Kondisi Bangunan Yang Terancam Longsor. (Foto, BidikBanten)
Kondisi Bangunan Permanen Milik Pengusaha Gypsum Di Kampung Kdubungbang, Desa Kadubungbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Yang Terancam Longsor. (Foto, BidikBanten)

PANDEGLANG, (BidikBanten) – Bangunan permanen milik pengusaha gypsum (pembuat plafon rumah) di Kampung Kadubungbang, Desa Kadubungbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, terancam tergerus tanah longsor akibat terkikis tebing sungai Cilembur. Kondisi itu di akibatkan permukaan tebing terus menerus diterjang air hujan dan mendekati bangunan. Saat ini, jarak bibir jurang dengan bangunan sekitar beberapa sentimeter saja.

Salah seorang warga Kadubungbang, Iing mengatakan, tebing yang longsor sudah terjadi sejak, Jumat (13/01/2017). Dengan jarak rumah sekitar satu meter dan dua meter dari pinggiran tebing yang mengalami longsor. “Iya sih tanah longsor dibelakang bangunan milik Luki itu mengkhawatirkan, namun bangunan itu saat ini masih diisi, apalagi Luki adalah pengusaha pembuat gypsum atau asesoris rumah,” kata Iing, Senin (16/01/2017).

Menurut Iing, kondisi tanah longsor itu diakibatkan hujan yang mengguyur wilayahnya cukup tinggi sehingga mengakibatkan tebing yang berada di aliran sungai Cilembur terkikis. Oleh sebab itu, pihaknya berharap kepada pemerintah untuk segera turun tangan agar segera mengantisipasi terjadinya tanah longsor susulan. “Tebing yang longsor itu akibat hujan yang terus menerus turun sehingga mengakibatkan sungai Cilembur sering meluap, namun kami harap pemerintah bisa mengambil solusinya,” ujarnya.

Luki seorang pemilik bangunan mengharapkan kepada pemerintah untuk segera mengambil solusi dari tebing sungai Cilembur yang terkikis tersebut. Agar bangunan miliknya bisa terselamatkan dari bahaya longsor. “Saya harap adanya pembangunan tembok penahan tebing (TPT) dari pemda, karena saya takut tebing yang longsor itu akan menjadi parah,” harapnya.

Sementara itu, Koordinator Tagana Pandeglang, Ade Mulyana mengatakan, akan segera turun kelokasi untuk melakukan pemantauan dan pendataan terhadap bangunan yang rawan terancam tergerus longsor tersebut. Sebab kata Ade, setelah dilakukan pendataan akan kami laporkan kepada Pemkab Pandeglang maupun BPBD agar segera membuat TPT.  “Secepatnya kami akan turun kelokasi untuk memastikan bangunan yang terancam longsor itu,” kata Ade. (Agus/BBC)