Waduh…Angkut Orang Sakit Di Pandeglang Mahal Banget

609
Mobil Ambulance Milik Puskesmas Cadasari Saat Mengangkut Orang Sakit. (Foto, BidikBanten)
Mobil Ambulance Milik Puskesmas Cadasari Saat Mengangkut Orang Sakit. (Foto, BidikBanten)

PANDEGLANG, (BidikBanten) – Orang miskin dilarang sakit, mungkin hanya istilah dan tak berlaku dengan program yang diluncurkan pemerintah Kartu Indonesia Sehat. Namun seorang warga Kecamatan Cikeusik yang hendak menggunakan mobil Ambulance milik Puskesmas Cadasari harus mengeluarkan uang sebesar satu juta rupiah untuk mengantarkan dirinya yang kecelakaan ke kampung halamannya.

Ahamad Yani Rekan Jumhadi menerangkan, Sahabatnya mengalami kecelakaan yang tidak jauh dari puskesmas tersebut saat akan menuju ke Kantor Program Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Provinsi Banten di Serang.

Menurut yani, Rekannya sempat dirawat di Puskesmas Cadadari  karena ia mengalami kecelakaan dan harus dilarikan ke puskesmas terdekat yakni puskesmas cadasari dan hendak dibawa pulang karena mengalami patah tulang dengan menggunakan ambulance milik puskesmas cadasari. “Kita dipinta satu juta oleh pihak puskesmas, karena kemahalan kita nego eh cuma turun 800 ribu,” seru Yani, Senin (05/12/2016).

Yani sangat menyayangkan mahalnya biaya yang disebutkan oleh pihak puskesmas tersebut yang tidak bisa dinegosiasi mengingat pasien sangat darurat untuk segera dibawa ke ahli tulang karena pasien mengalami patah kaki,  Dia juga mempertanyakan aturan yang di pakai untuk tarif Ambulance. “Massa gak bisa naik nurun sampai 500 rupiah.  Kita juga pertanyakan aturan yang dipakai pihak puskesmas untuk tarif ambulance, massa pake agro, kaya taksi saja,” kesalnya

Perawat Puskesmas Cadasari, Muhammad Billy saat dikonfirmasi mengaku, saat pasien masuk di puskesmas pihaknya langsung mengambil tindakan sementara terkait mobil ambulance pihaknya tidak bisa memberikan keterangan. “Itu bukan bagian saya,  itu kebagaian supir Ambulance saja,” singkatnya.

Pantauan di lokasi,  di Puskesmas Cadasari  terparkir dua unit mobil ambulance milik puskesmas Cadasari. Terlihat keduanya ambulance dalam keadaan normal dan tidak digunakan (Agus/BBC)