Organisasi Kepemudaan di Tangerang Galang Dana Bantuan Untuk korban Gempa Aceh

164

mahasiswa-peduli-bencanaTANGERANG, (bidikbanten.com) – Beberapa organisasi di Kecamatan Larangan, Kota Tangerang turun kejalan untuk penggalangan dana dan membuka posko bencana alam, hal itu dilakukan untuk korban bencana alam yang dialami oleh Aceh Kabupaten Pidie Jaya pada beberapa hari yang lalu, aksi penggalangan bantuan tersebut dilakukan di Depan Kelurahan Larangan, Kota Tangerang, Senin (19/12/2016).

Lurah Larangan Utara Syamsul Karmala mengatakan, ini kepedulian masyarakat larangan untuk memberikan bantuan kepada sodara-sodara yang berada di Aceh khususnya di Kabupaten Pidie Jaya yang beberapa hari lalu mengalami musibah yaitu bencana alam, pihaknya meminta bantuan tersebut juga dibantu oleh beberapa organisasi kepemudaan yang berada di Kecamatan Larangan.

“Iya organisasi yang dikerahkan ada Karang Taruna, KNPI, Ansor dan beberapa organisasi kepemudaan lainnya, untuk target donasi kita menacapai 50 juta dari donasi tersebut kita salurkan atau kita percayai ke via Tv One, penggalangan dana tersebut dilakukan sejak hari sabtu lalu,”ujarnya.

Ia melanjutkan, menghimbau bahwa masyarakat larangan harus memberikan bantuan kepada korban bencana alam di Aceh, dan posko tersebut akan ditutup pada hari sabtu 17 Desember mendatang.

“Harapannya semoga bantuan yang kita berikan dimanfaatkan untuk para korban, dan masyarakat Aceh harus bersabar untuk menjalankan hidup seperti ini, Wilayah Jakarta dan khususnya wilayah Kota Tangerang akan selalu membantu masyarakat Aceh, semoga dari kejadian tersebut ekonomi masyarakat Aceh, dan insfatruktur Provinsi Aceh stabil seperti biasanya,”katanya.

Sedangkan salah satu masyarakat Larangan yang memberikan baju layak pake tak ingin disebutkan namanya menambahkan, dirinya memberikan bantuan pakaian yang layak pakai untuk para korban di Aceh, dari pakaian tersebut bisa dimangfaatkan untuk para korban di Aceh.”Saya berharap masyarakat aceh bisa sabar dan iklas atas musibah yang dialaminya,”ungkapnya. (Ildhan/BBC)