Maulid Nabi Link Kebaharan Kota Serang Kompak Guna Kembalikan Tradisi Leluhur

355
KH. Izuddin
KH. Kaerudin Saat Memberikan Siraman Rohani Pada Acara Maulid Nabi Muhammad SAW Di Mushola Al-Muttaqin. (Foto, BidikBanten)

SERANG, (BidikBanten) – Ada yang berbeda pada perayaan Maulid Nabi di Kelurahan Lopang, Kecamatan Serang, Kota Serang. Terdapat di Mushala AL-Muttaqin Link. Kebaharan Lor, RT 04/03, perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW, dirayakan dengan kompak antar masyarakat.

Ketua Panitia Maulid Nabi, Burhanudin mengatakan, bahwa dalam keadaan terbatas, masyarakat, DKM dan tokoh-tokoh masyarakat, turut serta dalam memeriahkan perayaan tahunan tersebut. “Masyarakat disini, meski terbatas namun sangat kompak untuk bersama-sama. Dan semuanya berasal dari sumbangsih warga, hingga tercapainya perayaan ini,” kata Burhan saat ditemui dilokasi, Jumat (23/12/2016).

Ditempat yang sama, Ketua Dewan Kemakmuran Mesjid (DKM) Ust. Faidullah menyatakan, melihat kondisi negara yang saat ini mudah sekali terprovokasi oleh berbagai fitnah, membuat pihaknya perlu membina para generasi muda di lingkungan Kebaharan Lor, agar menjadi pemuda-pemuda yang dapat melihat informasi lebih bijaksana, dan tidak mudah terbawa situasi dan kondisi saat ini. Gelaran tersebut, tambah Faidullah, sebagai cerminan suri tauladan Nabi Muhammad yang baik dan bijak. “Maulid Nabi di lingkungan kami, kami maknai sebagai cerminan tauladan nabi, agar para generasi muda dapat menjadi pemuda yang baik, tidak mudah terprovokasi dan dihasut oleh informasi-informasi yang belum tentu kebenarannya. Kami terus memberikan dorongan kepada para pemuda, agar dapat meneruskan budaya dan tradisi para leluhur, seperti yang digelar saat ini,” tutur Faidullah.

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Link. Kebaharan Lor, Ust. Izzudin Latif bahwa apabila melihat kondisi saat ini, keadaan bangsa dan negara sudah sangat memprihatinkan. Pihaknya mengkhawatirkan generasi muda dan kepada para tokoh muda. Banyaknya budaya-budaya barat yang bermunculan, yang turut mempengaruhi generasi muda, membuat generasi muda Bangsa Indonesia kehilangan jati dirinya. “Ya, apabila melihat kondisi bangsa saat ini, banyaknya budaya asing yang turut melunturkan jati diri pemuda bangsa, membuat kami prihatin, dan perlu mengembalikan pemahaman dan ideologi mereka kepada Pancasila dan UUD 1945. Semoga melalui gelaran kali ini, para pemuda kembali diingatkan, agar semakin dekat kepada Allah SWT, serta turut menangkal perkembangan budaya asing yang semakin menjamur,” tegas Izzudin.

Untuk memeriahkan perayaan Maulid Nabi di lingkungan tersebut, pihak panitia turut mengundang penceramah lokal Kota Serang, KH. Khaerudin, untuk memberikan siraman rohani kepada masyarakat. Sedikitnya 300 orang, yang hadir dalam gelaran tersebut. (Mg01/BBC)