Komnas PA: Banten Posisi Ke 14 Kasus Kekerasan Seksual Se-Indonesia

425
Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait Saat Diwawancarai Awak Media. (Foto, BidikBanten)
Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait Saat Diwawancarai Awak Media. (Foto, BidikBanten)

PANDEGLANG, (BidikBanten) – Komisi Nasional Perlindungan Anak mengaku untuk Provinsi banten menduduki peringkat ke 14 dalam kasus kekerasan seksual terhadap anak. Faktor ekonomi dan Tsunami teknologi diakuinya adalah pemicu utama kekerasan seksual terhadap anak semakin meningkat.

Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan dengan semakin meningkatnya angka kekerasan terhadap ibu dan anak di Indonesia disebabkan banyak faktor. Faktor utama yang terjadi ditahun 2016 ini merupakan akibat kecanggihan teknologi yang tak bisa terbendung. Bahkan untuk urutan angka kekerasan terhadap anak terjadi di daerah yang maju seperti DKI jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah. “Data dari tahun 2013-2016 ini Banten merupakan peringkat ke-14 dari provinsi yang ada di Indonesia, dan DKI Jakarta merupakan peringkat pertama,” kata Merdeka Sirait saat melakukan kunjungan ke Kantor Bupati Pandeglang (21/12/2016).

Arist mengaku, dengan semakin meningkatnya angka kekerasan terhadap ibu dan anak di indonesia disebabkan banyak faktor. Faktor utama yang terjadi ditahun 2016 ini merupakan akibat kecanggihan teknologi yang tak bisa terbendung. Bahkan untuk urutan angka kekerasan terhadap anak terjadi di daerah yang maju seperti DKI jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah. “Kecanggihan teknologi yang biasa saya sebut Tsunami teknologi merupakan faktor utama pemicu kekerasan seksual terhadap anak,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Provinsi Banten, Muhamad Uut Lutfhi mengaku, memang itu benar adanya dan pihaknya mengaku terus melakukan sosialisasi dan akan melakukan pendekatan lebih intensif kepada warga dengan langkah-langkah seperti akan membentuk pergerakan perlindungan anak se-kampung di banten. “Kami akan terus melakukan sosialisasi agar angka tersebut bisa kita tekan dan tahun 2017 bisa menurun,” ujarnya

Ia pun menambahkan bahawa Kasus kekerasan seksual terhadap anak untuk kabupaten pandeglang menang cukup banyak dan jika dibandingkan dengan kabupaten lain pandeglang peringkat ke-2 dibanten. “Setelah kabupaten lebak, pandeglang berada di posisi kedua. Untuk kasus kekerasan seksual terhadap anak, dan kita yakin dan optimis tahun berikutnya akan kita bisa tekan dan insyaallah akan turun,” tambahnya. (Agus/BBC)