Festival Maulid Nabi, Walikota Cilegon: Tradisi Keislaman Harus Dijaga

522
Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi Bersama Unsur Forkopimda Saat Membuka Festival Maulid Di Rumah Dinas Walikota Cilegon. (Foto, Ist)
Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi Bersama Unsur Forkopimda Saat Membuka Festival Maulid Di Rumah Dinas Walikota Cilegon. (Foto, Ist)

CILEGON, (BidikBanten) – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi besar Muhammad SAW 1438 H, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cilegon menggelar Festival Maulid Nabi yang diisi dengan berbagai macam lomba bernuansa islami, seperti lomba panjang Mulud, lomba dzikir, lomba qasidah dan lomba marawis, yang dibuka oleh Walikota Cilegon, Tb. Iman Ariyadi di Rumah Dinas Walikota Cilegon, Rabu (07/12/2016).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri Wakil Walikota Cilegon, Unsur Forkopimda, Pejabat Esselon II III dan IV di Lingkungan Pemerintah Kota Cilegon, perwakilan Kemenag Kota Cilegon, Pimpinan Perusahaan BUMN, BUMD, dan BUMS di Kota Cilegon.

Walikota Cilegon, Tb Iman Ariyadi mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk dari usaha Pemerintah Kota Cilegon untuk mempertahankan tradisi keislaman di Kota Cilegon. “Festival Maulid ini tiada lain tujuannya adalah bagaimana bisa mengembangkan nilai-nilai, tradisi-tradisi keislaman agar bisa dipertahankan di Kota Cilegon, sehingga generasi anak muda saat ini tidak melupakan tradisi keislaman dalam menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Cilegon,” katanya.

Iman melanjutkan, generasi muda saat ini sudah tergerus oleh kemodernan, perlu inovasi dan kerja keras dari Pemerintah Kota Cilegon untuk mengenalkan budaya keislaman yang merupakan tradisi di Kota Cilegon dan salah satunya melalui festival maulid ini. “Saya minta kreativitas dan inovasi dalam mengadakan festival maulid ini terus ditingkatkan, kedepan bisa dikemas lagi lebih kreatif, lebih inovatif, sehingga kegiatan festival maulid ini lebih meningkat dari tahun ke tahun dan dapat menjangkau seluruh lapisan Masyarakat, sehingga tantangan generasi muda kita saat ini yang sudah tergerus oleh kemodernan dunia bisa diimbangkan dengan tradisi keislaman di Kota Cilegon,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Disbudpar Kota Cilegon, Buchari menuturkan, kegiatan ini dilakukan untuk menggali potensi nilai-nilai dan budaya masyarakat Kota Cilegon. “Potensi nilai-nilai budaya masyarakat Kota Cilegon, sesungguhnya sangat beragam dan memiliki keunikan-keunikan tersendiri yang tidak kalah menarik dibandingkan daerah lain, dalam rangka melestarikan dan mengembangkan budaya daerah tersebut, termasuk didalamnya seni budaya islam agar tetap terjaga dan terlestarikan,” tuturnya. (Red)