Sejumlah Fenomena Alam Terjadi Saat Aksi Bela Islam 411 Jakarta

 

Saat gelaran jutaan muslim dalam aksi bela islam di Jakarta pada 4 november 2016 kemarin, sejumlah fenomena (kejadian alam) terjadi dalam peristiwa itu, beberapa fenomena yang dapat dirangkum tim bidikbanten.com diantaranya adalah tulisan lafadz ALLAH terlihat jelas saat aksi digelar oleh jutaan muslim yang hadir memenuhi tanah Jakarta.

Ribuan warga Muslim yang mengikuti aksi bela Islam 411 di sekitar Medan Merdeka Jakarta, melihat sekumpulan awan yang membentuk lafaz “Allah” dalam tulisan Arab di langit Jakarta, Jumat siang.

Warga muslimpun pendemo aksi bela islam mengaku takjub dengan penampakan langka tersebut.

Syafrizal salah seorang pendemo, sempat mengabadikan awan tersebut dengan menggunakan kamera ponselnya sekitar pukul 13.30 WIB lalu Ia memotret awan itu melalui telpon selulernya.

“Sepenglihatan saya, mulai sekitar pukul 13.20 WIB sampai kami berjalan menuju gedung Bareskrim masih terlihat, tetapi mulai memudar,” ujar Syafrizal sambil nyanyikan solawat

Safrizal mengaku kagum sekaligus beruntung bisa menyaksikan kebesaran ketika mengikuti aksi bela Islam 4/11 di Jakarta.

Baginya, fenomena itu menjadi tanda kebesaran dan keperkasaan Allah SWT yang ditunjukkan di langit.

“Ternyata, dari langit kita bisa membaca ayat-ayat atau tanda-tanda kebesaran Allah SWT karena izin dari AllahSWT,” tutur dia.

M. Fikar juga mangaku dapat menyaksikan fenomena tersebut di langit sekitar langit Monas sekitar pukul 13.20-13.40 WIB.

“Saya lihat di seputaran langit Jakarta ke arah kiblat (barat),” ungkapnya.

M. Fikar yang juga pendemo dari Sumbar itu langsung mengabadikan awan putih itu dengan menggunakan kamera lalu dibagikan ke teman-temannya di media sosial.

“Kebetulan saya sedang mau berangkat hunting memotret, saya langsung memotret (awan) itu,” ucapnya.

Foto awan putih berlafaz Allah itu pun langsung tersebar dengan viral di jejaring sosial.

Sebagaimana telah diprediksikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya, bahwa pada, Jumat 4 November 2016, antara siang menjelang sore muncul potensi hujan di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Pantauan Radar Cuaca BMKG menunjukkan daerah pertumbuhan awan hujan yang terkonsentrasi di wilayah Selatan dan Barat Daya Jakarta.
Sebagaimana telah diprediksikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya, bahwa pada, Jumat4 November 2016, antara siang menjelang sore muncul potensi hujan di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Pantauan Radar Cuaca BMKG menunjukkan daerah pertumbuhan awan hujan yang terkonsentrasi di wilayah Selatan dan Barat Daya Jakarta.

Fenomena kedua datang dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memprediksikan bahwa pada, Jumat 4 November 2016, antara siang menjelang sore muncul potensi hujan di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Pantauan Radar Cuaca BMKG menunjukkan daerah pertumbuhan awan hujan yang terkonsentrasi di wilayah Selatan dan Barat Daya Jakarta.

Kondisi tersebut, akhirnya mengakibatkan hujan lebat di beberapa tempat sekitar Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, Depok dan Bogor.

namun anehnya, menurut Kepala Bidang Layanan Informasi Cuaca BMKG Ana Oktavia, terdapat perubahan kondisi angin yang mengakibatkan munculnya penyebaran arah dan kecepatan angin atau divergensi tepat di wilayah Jakarta.

“Artinya zona tersebut menyebabkan kandungan uap air terurai dan tidak terdapat proses pertumbuhan awan di sekitar Jakarta khususnya wilayah Pusat, Utara dan Timur,” ujarnya menjelaskan.

Keadaan tersebut, menurut Ana, dapat dilihat dari pengamatan Citra Satelit Cuaca Himawari, dimana wilayah Banten, Jakarta Selatan, Depok, Bogor dan Tangerang Selatan terjadi hujan dan wilayah Jakarta Pusat dan sekitarnya berubah menjadi cerah berawan.

(KD)