Belum Selesai Sudah Retak, Betonisasi Jalan Habiskan 1,5 Miliar Dipertanyakan

545
Pengerjaan Betonisasi Jalan Cikole-Banjar Kabupaten Pandeglang Senilai 1,5 Miliar Dipertanyakan. (Foto, BidikBanten)
Pengerjaan Betonisasi Jalan Cikole-Banjar Kabupaten Pandeglang Senilai 1,5 Miliar Dipertanyakan. (Foto, BidikBanten)

PANDEGLANG, (BidikBanten) – Proyek Bentonisasi jalan Cikole-Banjar sekitar 1,5 miliar rupiah dari sumber dana APBD Pandeglang, yang dimenangkan CV. DWI PANGGA dari hasil lelang dikeluhkan warga. Pasalnya, pekerjaan tersebut terlihat hasilnya sudah banyak ruas jalan yang mengalami retak. Warga juga menyayangkan lambatnya pekerjaan yang dilakukan sehingga menghambat aktivitas warga.

“Ada sekitar 5 titik ruas jalan yang mengalami retak, setelah di beton meski hingga saat ini jalan belum bisa digunakan karena masih di tutup oleh pihak pekerja. Selain kualitas jalan yang kurang baik, ada kejanggalan dalam pekerjaan betonisasi jalan Cikole-Banjar karena melihat ada yang menggunakan plat besi pada pinggiran beton dan ada juga yang tidak menggunakan plat besi” kata Aditya warga Kampung Cikuya Hilir. Minggu (27/11/2016)

Aditya juga mengaku, selain pekerjaan proyek betonisasi sering libur, meski dalam papan pekerjaan yang terpampang, waktu pelaksanaannya 60 hari kalender sejak tanggal 17 Oktober 2016. Ketika ditanyakan kepada pekerja, mereka menjawab tidak ada barang, sehingga pekerjaan pun terhambat.

“Kita minta kepada dinas terkait untuk turun ke lapangan melakukan kontrol terhadap pekerjaan, yang terlihat kualitasnya kurang baik. Selain itu, dengan keterlambatan pekerjaan, mengakibatkan aktifitas warga juga terhambat, karena jalan yang sebagian telah selesai di beton, masih belum bisa digunakan, sehingga warga harus melalui arah yang lain, ketika hendak bepergian,” ujarnya.

Beberapa pekerja yang ditemui pun terlihat hanya sedang duduk-duduk saja, tidak ada yang terlihat sedang bekerja. Ketika dihampiri, beberapa pekerja yang tidak ingin namanya disebutkan mengatakan, kami tidak bekerja karena barang bangunan yakni coran dari perusahaan bangun beton telat datangnya.

“Namun untuk hasil pekerjaan yang menurut warga kurang memuaskan, kami sama sekali tidak mengetahui, karena kami merupakan pekerja dari rombongan ke lima, karena sebelumnya sudah ada empat kali rombongan pekerja yang diberhentikan hingga ke lima kalinya digantikan oleh kami,” papar tiga pekerja yang ditemui tengah santai sambil minum kopi. (Mg03)