Jalur Serang-Cilegon Macet, Warga Minta Petugas Awasi Truk Melebihi Tonase

477
Suasana Kemacetan Di Jalur Serang-Cilegon Tepatnya Di Kawasan Pejaten, Kramat Watu, Kabupaten Serang. (Foto, BidikBanten)
Suasana Kemacetan Di Jalur Serang-Cilegon Tepatnya Di Kawasan Pejaten, Kramat Watu, Kabupaten Serang. (Foto, BidikBanten)

SERANG, (BidikBanten) – Jalur Cilegon-Serang macet total, tepatnya berada di sepanjang jalur Kramat Watu hingga Gunung Pinang, Kabupaten Serang. Kendaraan baik roda dua maupun roda empat, bergerak 5-10 Km/jam. Saat ditelusuri, sejak pukul 17.00 wib, truk-truk bermuatan melebihi tonase turut memperkeruh kemacetan tersebut, selain itu juga dibarengi dengan waktu kepulangan karyawan para pekerja baik dari Serang menuju Kota Cilegon maupun sebaliknya.

Firdiyanto, salah seorang warga Desa Pejaten, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang mengaku, kemacetan tersebut didasari beberapa faktor, selain memang warga yang hendak kembali kerumah, kendaraan-kendaraan besar pun turut menyumbang kemacetan. “Harusnya kan ada petugas yang mengatur, agar truk-truk besar ini tidak lewat jalan biasa saat jam pulang kerja, kalau begini pasti tidak ada solusi, karena ini (Jalur Cilegon-Serang) termasuk jalur padat,” kata Firdiyanto kepada BidikBanten, Jumat (28/10/2016).

Hal senada dikeluhkan Jumari, salah seorang pengendara roda dua, dirinya menyatakan jalur tersebut merupakan jalur yang rawan kecelakaan, ditambah banyaknya truk melebihi tonase, hal itu lebih mengkhawatirkan, karena selain membuat jalan cepat rusak, truk-truk tersebut seringkali ugal-ugalan saat melintas. “Sebulan lalu, ada yang terlindas truk mas, dan meninggal ditempat, karena truk yang lewat sini kadang suka kebut-kebutan, apalagi kalau truknya muatan kosong, kadang yang bawa pasir dan tanah saja masih suka ugal-ugalan,” keluhnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tidak ada petugas yang berjaga-jaga untuk mengatur lalu lintas untuk mengurai kemacetan, atau mengawasi truk-truk yang melintasi jalur Serang-Cilegon tersebut. (Mg01)