Warga Cilegon Peringati Peristiwa “Geger Cilegon 1888″

678

pemuda cilegon

Warga kota Cilegon yang tergabung dalam sejumlah elemen pada Kamis (21/07) malam memperingati Peringatan Geger Cilegon 1888 Komplek Sekolah Ki Wasyid Cilegon, acara yang digagas para aktifis tersebut belangsung sederhana dengan berlatang belakang lampu penerangan obor sebagai simbol alat penerangan tradisional.

Acara yang bertema “Membangkitkan kembali semangat putra pejuang Geger Cilegon 1888″ itu digelar  dengan sejumlah kegiatan diantaranya, pengajian Yasinan dan Tawassul, Pentas seni, pembacaan puisi, tari, ubrug, Mimbar bebas, dan Orasi kebudayaann yang disampaikan oleh Bonnie Triyana dengan ditutup dengan mimbar bebas.

Melalui akun facebooknya, Adi Sudrajat selaku ketua panitia pelaksana peringatan Geger Cilegon” memposting ciutannya di akun sosial Faceebooknya dengan bahasa yang sederhana, “Terlihat sederhana ya? Ya punten, karena ini tanpa APBD. Karena ini bukan HUT Kota Cilegon. Karena ini bukan Pemecahan Rekor. Ini hanya memperingati Peristiwa GEGER CILEGON 1888. Punten”tulisnya

Sejumlah aktifis yang ikut meramaikan acara inipun  berkomentar melalui akun Fcebooknya, seperti Subaedi Abdul Mutholib yang mengatakan,”ada Rangkaian Peristiwa yang menyebabkan Para Elit Banten Menerapkan pemberontakan baik itu Para Kyai,Ulama dan Jawara,karena mereka merasionalkan kejadian tersebut sehingga terjadilah peristiwa yang menggemparkan Dunia yakni Geger Cilegon 1988″tulisnya.

Bagaimana dengan Banten / Cilegon sekarang…?, tambahnya, “masihkah ada penindasan,masihkah ada jiwa Pejuang yang telah dicontohkan Para Pelaku Pemberontakan th 1988 ? Sejarah itu masih ada sampai sekarang,karena penindasan nampak didepan mata…”ujarnya.

(Sobri)