Walikota Tangerang Minta Pengelola Bandara Soetta Berdayakan Warga Lokal

115

proyek bandara soettaWali Kota Tangerang, Arief Rachadiono Wismansyah meminta Perseroan Terbatas Angkasa Pura II (PT AP II) turut memberdayakan masyarakat sekitar bandara untuk dijadikan sebagai tenaga kerja di PT. AP II.

Hal itu disampaikan di sela acara penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) penyaluran dan penyediaan air bersih untuk Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (13/7).

Melalui MoU tersebut, disepakati Pemkot akan turut menyuplai air apabila ada kebutuhan tambahan di Terminal 1, 2, dan 3. Kapasitas yang semula 100 liter/detik akan ditingkatkan menjadi 350 liter/detik.

Direktur Utama PT. AP II, Budi Karya Sumadi, mengatakan, penambahan ini menjadi suatu keharusan mengingat kebutuhan air bersih yang ada di Bandara Soetta terus bertambah. Apalagi, dengan hadirnya Terminal 3 Ultimate hingga fasilitas kereta bandara.

Menurutnya, penumpang Bandara Soetta sekarang ini sudah mencapai sekitar 60 juta (per tahun) dan akan terus meningkat lagi. Bahkan, saat kunjungannya ke Soetta, Presiden Joko Widodo juga mengatakan, bandara tidak cukup hanya dengan Terminal 1, 2, 3 tapi juga ada seterusnya, begitu juga dengan runway atau landasan terbangnya.

Saat ini, kapasitas eksisting ketersediaan air bersih di Bandara Soetta sebesar 8000 m3 per hari. Dengan keberadaan Terminal 3 Ultimate, kebutuhan air bersih tentunya akan bertambah dua kali lipat.

“Kapasitasnya dinaikkan lima (5) kali dari yang sekarang. Dari 8.000 m3 per hari menjadi 40.000 m3 per hari. Minimal nambah 3,5 kali lipatlah,” jelas Budi Karya, mantan Dirut PT Taman Impian Jaya Ancol (TIJA) itu.

Kesepakatan itu disambut baik Wali Kota Tangerang, Arief Rachadiono Wismansyah. Arief menyampaikan, Kota Tangerang di mana tempat bandara internasional berada, tentunya memiliki tanggung jawab untuk turut mendukung kelancaran operasional bandara Internasional terbesar di Indonesia ini.

“Kebutuhan pengembangan bandara ini, bukan semata untuk Soetta tapi untuk kepentingan nasional. Dengan MoU ini, ke depan, masalah air bersih di Soetta mudah-mudahan tidak lagi jadi kendala,” tuturnya.

Dengan semakin berkembangnya Soetta, Arief berharap, keberadaannya juga mampu membuat daerah sekitarnya semakin maju dan berkembang. Misalnya dengan melibatkan warga Tangerang jadi bagian dari perusahaannya. Sayangnya, Arief belum menjelaskan saat ini ada berapa warga Tangerang bekerja di lingkungan Bandara Soetta.

(Zaki/PKN)