Garut Dikenal Sebagai Kota Pelayanan Publik Termahal di Indonesia

972

kota garutKota Garut yang masuk dalam wilayah propinsi Jawa Barat selain dikenal dengan ciri makanan khasnya Dodol Garut juga dijuluki sebagai kota wisata dengan sejumlah objek wisata dan destinasi yang berlatar belakang pegunungan.

Namun ironisnya kota yang berpenduduk kurang lebih  2.737.526 jiwa ini mendapatkan kecaman dari warganya sendiri lantaran mereka mengeluh dan mengadukan sejumlah pelayanan publik yang dikomersilkan.

Dikutip dari halaman fan page Facebook Indonesia ID Garut yang menuturkan kota Garut yang di komplain sejumlah warga berkaitan dengan harga kebutuhan pokok yang melebihi batas kewajaran dengan kota lain, Pemerintah dikesankan tutup mata dengan kondisi tersebut.

“Sejak setahun lalu, kami menjadi komunitas pariwisata terdepan yang menginformasikan, mensosialisasikan dan mempromosikan pariwisata Kota Garut tercinta ini, silakan scroll ke bawah. Namun, beberapa komplain terkait Garut selalu kami dapatkan, kebanyakan berkaitan dengan harga-harga yang cukup tinggi melebihi kota lain. Komplain ini datang dari masyarakat lokal, maupun wisatawan yang datang ke Garut. Pemerintah daerah terkesan diam dengan ini semua, termasuk pengelola pariwisata dan perhotelan-nya. Kritik yang disampaikan ke pemerintah daerah seolah dianggap angin lalu. Puncaknya, komersialisasi wisata alam Gunung Papandayan menjadi trending topik nasional, membuat kami semakin geram. Mudah-mudahan dengan postingan ini, didukung kekuatan media sosial, dapat menjadi bahan INTROSPEKSI bagi kita semua, dan mari kita TAUBAT MASSAL untuk kembali menghadirkan Garut yang laik huni dan bersahaja, bagi masyarakat lokal maupun wisatawan”tuturnya.

Bahkan dalam pelayanan publik pun Pemerintah kota Garut  dinilai warganya terlalu komersil, berikut sejumlah keluha yag diunggah dalam halaman tersebut.

1) Mau bikin KTP, Akte dan KK harus bayar 100-500 ribu rupiah, ke oknum disdukcapil, padahal sesuai perundang-undangan gratis.

2) Mau proyek yang didanai APBD, mesti nyogok sana sini, ke eksekutif, ke legislatif, ke parpol. Jangan lupa sewa beking LSM dan preman. Tentunya keluar duit puluhan hingga ratusan juta.

3) Menjelang lebaran / musim mudik, ongkos akan naik 100-400%. Jangan heran kalau Garut kota-Pameungpeuk ongkosnya 200ribu.

4) Gas elpiji 3 Kg harganya bisa mencapai 45ribu di pelosok Garut. Itupun kalau ada. Nah, kalau langka?

5) Mau masuk objek wisata mahal amat, karena semua diprivatisasi. Penginapan paling mrah 500rb perkamar permalam, padahal di kota lain yang lebih bagus pelayanannya bisa 100ribu perkamar permalam. Belum lagi tukang parkir, dan preman lokal di setiap tikungan.

6) Mau wisata alam sekarang hanya untuk yang berduit. Papandayan yang milik hak publik, dieksploitasi swasta dibekingi preman, disokong pemerintah. Camping semalam bisa 150ribu, untuk lokal. apalagi untuk bule.

7) 8) 9) 10) dan seterusnya, isi sendiri ya di kolom komentar…

‪#‎RudyHelmiDamang‬

Penyuting: Zaki