logo-clgPemkot Cilegon Rancang 16 Program Pembangunan Strategis Daerah

1751

Terpilihnya kembali DR. H. Tb. Iman Ariyadi dan Drs. H. Edi Ariadi sebagai Walikota dan Wakil Walikota Cilegon hingga tahun 2021 mendatang, menunjukan adanya kepuasan masyarakat terhadap hasil pembangunan di periode sebelumnya, sekaligus juga harapan dan kepercayaan masyarakat kepada pasangan ini untuk membawa Kota Cilegon menuju kota yang lebih baik dan maju, serta dapat disejajarkan dengan Kota – Kota besar lainnya di Indonesia.

Harapan dan kepercayaan tersebut akan dijawab melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebagai penjabaran dari visi, misi dan program Kepala daerah yang antara lain memuat program Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), lintas SKPD, dan program kewilayahan disertai dengan rencana kerja yang bersifat indikatif, yang paling lambat ditetapkan melalui Peraturan Daerah, enam bulan setelah pelantikan Pasangan Walikota terpilih.

Dalam Rancangan RPJMD Kota Cilegon Tahun 2016 – 2021, visi jangka menengah 5 tahun ke depan adalah “Terwujudnya Kota Cilegon yang Unggul dan Sejahtera Berbasis Industri, Perdagangan, dan Jasa” yang diwujudkan melalui 5 misi pembangunan yaitu :
Memantapkan kemandirian perekonomian daerah, dengan mengoptimalkan seluruh potensi daerah khususnya potensi pelabuhan, perdagangan, pertanian, usaha mikro kecil menengah serta tenaga kerja;
Memantapkan lingkungan kota yang asri dan lestari, dengan meningkatkan kualitas lingkungan hidup, pengendalian ruang serta penataan kota;

Memantapkan kualitas SDM dan peningkatan kesejahteraan sosial, melalui peningkatan kualitas mutu pendidikan, perluasan akses kesehatan serta penanggulangan penyandang masalah kesejahteraan sosial;
Memantapkan kualitas sarana prasarana kota yang diwujudkan melalui peningkatan kapasitas dan kualitas jalan, peningkatan kualitas layanan transportasi publik, peningkatan kualitas fasilitas publik, peningkatan aksesilitas air bersih serta peningkatan sarana prasarana lokal (di tingkat kelurahan);
Memantapkan tata kelola pemerintahan melalui peningkatan kapasitas SDM aparatur, peningkatan layanan pemerintahan, peningkatan kapasitas keuangan daerah, stabilisasi kondusivitas daerah serta peningkatan peran legislatif dalam perencanaan dan pengawasan pembangunan.
Secara garis besar, visi misi tersebut dijabarkan dalam program – program pembangunan strategis daerah, sekaligus sebagai langkah besar kepemimpinan Tb. Iman Ariyadi dan Edi Ariadi dalam membangun Kota Cilegon, yang meliputi :

PEMBANGUNAN PELABUHAN DAERAH WARNASARI

Terbangunnya pelabuhan warnasari akan memberi multiplier effect perekonomian daerah, menekan angka pengangguran dan mendorong peningkatan kemampuan keuangan daerah. Diawali dengan penyerahan pemanfaatan lahan dan penyertaan modal dari pemerintah daerah kepada PT.PCM serta pembangunan jalan akses ke pelabuhan di tahun 2016, pembangunan ini dengan pola kerjasama pemerintah swasta, dengan target pembangunan dermaga dilaksanakan di tahun 2017.

PEMBANGUNAN PASAR TRADISIONAL YANG SEHAT DAN BERSIH

Perwujudan ketahanan ekonomi daerah dilakukan dengan membangun pasar tradisional yang sehat dan bersih, sebagai pusat jual beli para pedagang mikro kecil dengan konsumennya. Tahun 2017, ditargetkan selesai membangun pasar blok F sebanyak 2 lantai.

PEMBANGUNAN TAMAN KOTA

Sebagai upaya peningkatan prosentase ketersediaan ruang terbuka hijau, setelah taman Jombang dan Cilegon, di tahun 2017 dialokasikan pembelian lahan untuk taman publik di Purwakarta dan Ciwandan, dengan konsep ramah lingkungan yang dipadukan dengan konsep ramah anak dan layanan edukatif, sehingga menjadi pusat interaksi sosial yang positif di masyarakat.

PEMBANGUNAN TANDON

Untuk menangani banjir dan genangan dilakukan pembangunan tandon di beberapa titik banjir. Dari target 5 tandon yang akan diselesaikan selama 5 tahun, di tahun 2017 akan dilakukan konstruksi tandon Bulakan dan Sukmajaya serta pembangunan jembatan akses tandon kali Kedung Ingas. Dalam pembangunannya, menjalin sinergi dengan industri dan pemerintah pusat, dengan membangun long water storage untuk menanggulangi banjir di wilayah Ciwandan.

PENATAAN KOTA MELALUI PEMBANGUNAN GERBANG KOTA, LANDMARK, DAN CAGAR BUDAYA

Estetika kota juga dikedepankan melalui penataan kota dan pengendalian ruang. Di tahun 2017 hingga tahun 2019 akan dibangun gateway di tiga pintu masuk kota, yaitu di pintu masuk Cilegon Timur, Anyer, dan Pulomerak. Sebagai ciri khas arsitektural kota, enam buah landmark dibangun di sepanjang JLS.
Dan merevitalisasi cagar budaya tanpa menghilangkan nilai sejarahnya, diawali penyusunan rencana teknis revitalisasi cagar budaya lingkungan Pekuncen dan lingkungan stasiun kereta api di tahun 2017.

PEMBANGUNAN JALAN LINGKAR UTARA

Sesuai dengan rencana jaringan jalan pada RTRW Kota Cilegon, setelah terbangunnya JLS, pemerintah akan membuka akses Jalan Luar Utara (JLU), sebagai akses strategis angkutan barang dan orang menuju pelabuhan merak, pembangunan JLU dimulai dari pertigaan jalan Serdang-Bojonegara-Merak dengan Pegantungan-Sindangkasih dan berakhir di sekitar pertigaan jalan akses tol merak dengan jalan raya merak cilegon dengan total panjang jalan 12,3 km. pembebasan lahan ditargetkan tahun 2017 dan konstruksi jalan di tahun 2018. Pembangunan JLU dilakukan terintegratif dengan sarana prasarana pendukungnya, meliputi pembangunan PJU, taman, jalan simpul, rambu-rambu lalu lintas, trotoar serta sistem angkutan transportasi massal yang akan melalui rute ini.

PENINGKATAN KAPASITAS DAN KUALITAS JALAN

Peningkatan kapasitas dan kualitas jalan dilakukan melalui pembangunan jalan kota terutama di lokasi yang terhubung dengan jaringan lingkar dalam kota. Sedangkan peningkatan jalan-jalan kota dilakukan pelebaran jalan, betonisasi serta penataan jalan khususnya pada persimpangan jalan sebidang.

PELAYANAN SISTEM ANGKUTAN MASSAL (SAUM)

Pelayanan sistem angkutan massal merupakan upaya pemerintah untuk menciptakan moda transportasi publik yang murah, aman, dan nyaman. Tahun 2017, SAUM akan diujicobakan di jalur Anyer-Seruni melalui jalur JLS, yang diimplementasikan melalui penyiapan armada, pembangunan shelter, penyiapan regulasi, tata kelola serta sosialisasi program.

PEMBANGUNAN STADION

Ditargetkan selesai tahun 2017, dengan membangun stadion outdoor type b berupa lapangan sepakbola dengan kapasitas 20.000 penonton dan terbangunnya track lintasan, lapangan sepakbola serta tribun. Beserta fasilitas lainnya meliputi fasilitas pendukung stadion, indoor stadion serta kantor pengelola.

PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT TIPE D

Perluasan sarana prasarana kesehatan dilakukan dengan meningkatkan status dua Puskesmas rawat inap menjadi rumah sakit type D di wilayah kecamatan yang berjarak cukup jauh dari RSUD, yaitu Puskesmas DTP Ciwandan dan Puskesmas DTP Pulomerak. Dan untuk memenuhi ketersediaan Puskesmas dimasing-masing kecamatan, dibangun 3 puskesmas rawat inap baru yaitu di kecamatan Ciwandan, Pulomerak, dan Cilegon.
Untuk mengatasi kurangnya tenaga dokter dan perawat dengan Pemerintah daerah akan memberi beasiswa bagi putra/I terbaik dengan menggandeng fakultas kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtaryasa, sebagai universitas negeri terbaik di Provinsi Banten.

PEMBANGUNAN SEKOLAH MANTAP

Dengan berorientasi kepada mutu pendidikan dengan fokus pada peningkatan mutu lulusan pendidikan dasar. Pemerintah membentuk sekolah mantap di tingkat SD dan SMP dengan pilot project di 8 SD dan 5 SMP yang akan menjadi role model di sekolah lainnya. Perwujudan sekolah mantap diawali dengan penerimaan siswa baru secara online tahun ajaran 2016-2017 di seluruh sekolah unggulan.

PEMBANGUNAN PUSAT PERTANIAN TERPADU

Tahun 2017 dilakukan penyediaan lahan pertanian, mengingat terbatasnya lahan di Cilegon maka pembangunan diarahkan pada intensifikasi pertanian melalui pertanian berbasis teknologi serta menjaga agar tidak terjadinya alih fungsi lahan pertanian. Akan dibangun lahan pertanian terpadu yang tidak hanya fokus pada produksi komoditi unggulan daerah, tetapi juga menjadi pusat pembenihan, pelatihan dan pemagangan para petani dan peternak, demplot, pengolahan pasca panen, serta agrowisata.

PEMBANGUNAN REVERSE OSMOSIS

Perluasan aksesibilitas air bersih yang diimplementasikan melalui optimalisasi jaringan perpipaan dan non perpipaan di beberapa lokasi. Dan untuk menghindari sulitnya ketersediaan air baku pemerintah daerah berinovasi melakukan reverse osmosis atau desalinasi, dengan target produksi air bersih sebanyak 5 liter perdetik. Biaya pembangunan disinergikan dengan pemerintah pusat, tahun 2017 menyediakan lahan seluas 2 hektare di kawasan Pelabuhan Warnasari, melalui kerjasama antara PT PCM dan PDAM Cilegon Mandiri.

PEMBANGUNAN KAWASAN PEMERINTAHAN TERPADU

Untuk memudahkan pendistribusian kebijakan, pengkoordinasian pelaksanaan tugas, pemantauan, dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pemda, maka dibangun kawasan pemerintahan terpadu di lokasi kantor walikota, sesuai master plan, DED disusun tahun 2017. Dengan membangun gedung pemerintahan daerah sebanyak 8 lantai yang dialokasikan untuk SKPD baru seiring dengan perubahan organisasi perangkat daerah, serta seluruh SKPD yang saat ini mendiami Gedung Matahari Lama.

PERWUJUDAN SMART CITY

Perwujudan smart city merupakan komitmen pemerintah sekaligus menjawab tantangan globalisasi dimana faktor kemudahan, kenyamanan, efektifitas dan efisiensi menjadi faktor utama dalam keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan. Hal ini diimplementasikan melalui pembangunan integrated control city system, penempatan smart wifi pada area publik, serta optimalisasi layanan pemerintah berbasis elektronik (e-government), sebagai langkah awal menuju Cilegon smart city yang terintegrasi dan terpadu.

PEMBANGUNAN KEWILAYAHAN

Dalam rangka pemerataan pembangunan sampai ke tingkat kelurahan, digulirkan Dana Pembangunan Wilayah Kelurahan (DPWKel) kepada seluruh Kelurahan, dimulai di tahun 2017, yang melibatkan organisasi lembaga kemasyarakatan dalam merencanakan dan melaksanakan program tersebut. Mengacu kepada UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, bahwa alokasi anggaran tersebut sebesar 5% dari APBD dikurangi DAK, maka di tahun 2017 anggaran yang digulirkan adalah sebesar 75 milyar, untuk kegiatan pembangunan sarana prasarana lokal, pemberdayaan masyarakat, serta layanan pemerintahan. Alokasi anggaran tersebut akan semakin meningkat di tahun berikutnya seiring dengan meningkatnya APBD Kota Cilegon.

Sejumlah program pembangunan itu adalah prioritas Pemkot dibawah ide dan pemikiran Tb Iman Ariyadi dan Edi Ariadi dalam kurun waktu jabatan 5 tahun ke depan. Tentunya seluruh program itu juga diharapkan dapat mewujudkan masyarakat Cilegon sejahtera dan perlu mendapat dukungan dari seluruh seluruh elemen masyarakat.