Masyarakat Maluku Bertekad Hindari Konflik Agama dan Sosial

358

 

 

stop kekerasan di malukuAMBON  – Konferensi Ikatan Pendidikan Pekerja Sosial Indonesia (IPPSI) berlangsung di Ambon, Senin (11/4/16). Konferensi yang berlangsung di Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) yang juga bertindak sebagai Tuan Rumah Pelaksanaan Konferensi IPPSI, dibuka secara resmi oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawangsa.

Acara pembukaan tersebut dihadiri oleh Gubernur Maluku Ir Said Assagaff, Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, pejabat TNI/POLRI, para rektor perguruan tinggi se-Provinsi Maluku serta tokoh agama dan tokoh masyarakat Maluku.

Konferensi IPPSI bertujuan untuk membangun persamaan persepsi dalam rangka pembangunan keserasian sosial di Indonesia.

Diharapkan terjadi keselarasan antar elemen sosial dan antar  elemen sosial dengan pemerintah. Perwujudan pembangunan keserasian sosial merupakan satu keniscayaan dan tidak boleh sekedar omongan belaka.

Gubernur Maluku, Said Assagaff, menyambut baik sekaligus mendukung konferensi IPPSI tersebut. Dalam sambutannya Gubernur antara lain mengatakan, dalam rangka membangun keserasian sosial di Maluku, rakyat Maluku berangkat dari pengalaman konflik tahun 1999 – 2003. Meski kala itu terjadi gesekkan (kekacauan) sosial, rakyat Ambon khususnya dan Maluku pada umumnya akhirnya mampu menyadari bahwa konflik adalah sesuatu yang merusak kehidupan sosial hingga berimbas pada semua aspek kehidupan. Masyarakat Maluku bertekad untuk tidak mau mengulang dan bahkan bertekad untuk senantiasa menghindari konflik.

“Kami bertekad untuk mengembangkan Maluku sebagai Laboratorium Kerukunan Umat Beragama terbaik di Indonesia karena Maluku merupakan salah satu daerah multikultural dan maritim terbesar di Negara ini. Maluku terdiri dari 1.340 buah pulau, memiliki 117 buah bahasa, 100 sub suku serta agama multi-religius. Apabila kami dan masyarakat Maluku tidak dapat mengelola dengan baik keragaman tersebut maka akan menimbulkan persoalan sosial yang sangat besar.”kata Gubernur, (11/4/16).

Usai pembukaan Konferensi IPPSI, Menteri Sosial melakukan peletakan batu pertama “Pembangunan Gedung Keserasian Sosial” yang berlokasi di desa Hunuth, Kota Ambon. Selanjutnya Menteri Sosial dan rombongan mengunjungi kantor Harian Rakyat Maluku dan pada malam harinya memenuhi undangan jamuan makan malam di kediaman Gubernur Maluku yang terletak di kawasan Mangga Dua, Ambon.***

(RILIS-Humas Pemprov Maluku)