Dianggap Kurang Tegas, Paslon Sudarmana-Marfi Kecam Sikap Panwaslu

Minimnya sarana alat peraga kampanye (APK) yang terpasang dan tidak tegasnya penyelenggara Pilkada dalam menindak pelanggaran kampanye terselubung berupa pembiaran papan reklame mantan Walikota disejumlah ruas jalan  membuat geram pasangan calon (Paslon) Pilkada Cilegon 2015 Sudarmana-Marfi.

Menurut Sudarmana, dirinya sudah memprotes kepada pihak KPU, Panwas dan pihak terkait lainnya soal masih banyaknya promosi calon Walikota Cilegon berupa papan reklame pajak gratis dan alat promosi lainnya, bahkan Sudarmana pun kesal lantaran protes yang disampaikan pihaknya belum juga mendapat tanggapan.

“Dari pertama sudah saya sampaikan terkait kampanye terselubung berupa gambar mantan calon Walikota ang terpampang dalam pengumuman reklame pajak gratis dan pemsangan alat peraga yang minim serta masalah lainnya yang menguntungkan pasangan tertentu, namun protes kami sampai saat ini belum dapat tanggapan”ungkapnya.

Dikatakan Sudarmana, saat pertemuan di Propinsi yang menghadirkan seluruh pasangan calon Pilkada pada pekan lalu Sudarmana sudah mengajukan keberatan dengan tindakan penyelenggara Pilkada yang tidak tegas bahkan terkesan mendukung salah satu pasangan.

“Pasangan Iman-Edi itu kan sudah bukan Walikota lagi, mereka sudah pensiun dari jabatan Walikota sama seperti saya yang juga sudah pensiun dari Militer, tapi kenapa baliho dan reklamenya masih bertebaran dimana-mana, dimana ketegasan KPU, Panwaslu dan lainnya”tandasnya.

Hal senada dikatakan  Aris Munandar, sekertaris tim pemenangan Paslon Sudarmana-Marfi yang menyatakan pihaknya tak tinggal diam dalam menyikapi persoalan tersebut, pihaknya mengaku sudah menginventarisir sejumlah persoalan pelanggaran kampanye yang menguntungkan Paslon  tertentu.

“Jelas kami sudah menginventarisir masalah kecurangan dalam Pilkada ini, bahkan tim kami dari kordinator tingkat Kelurahan, Kecamatan dan kota saat ini sudah mendata sejumlah masalah krusial terkait pelanggaran Kampanye yang dilakukan pihak lawan, dan kami akan memproses masalah ini dengan melaporkan kepada pihak penyelanggara tingkat kota hingga pusat”ujar Aris.

(KD)

BAGIKAN