Petugas Kesehatan Desa Jadi Motivator Pemberdayaan Masyarakat

682

bidan-desaBIDIKBANTEN.COM, PANDEGLANG – Dinas Kesehatan Provinsi Banten menggelar kegiatan Pelatihan Bidan/Perawat Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) yang diselenggarakan tanggal 18 – 22 Mei 2015 di Mutiara Carita Cottage, Pantai Carita, Pandeglang.

Pelatihan Petugas Kesehatan desa tingkat Provinsi Banten ini diikuti oleh 71 peserta, masing-masing 36 peserta dari Kabupaten Tangerang dan 35 dari Kabupaten Lebak.

Hadir dalam acara itu Kepala Bidang Pemberantasan penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Banten, Didin Aliyudin, SKM, M.Kes, Kabid Sumberdaya Kesehatan dan Promosi Kesehatan Dinkes Pandeglang dr. H. Kodiat Juarsa, M.Kes.

Kepala Sub Bidang (Subid) Promosi Kesehatan (Promkes) Dinkes Banten, Mahmud, M.Kes, mengatakan, Bidan Desa (Bides) dan Perawat Desa harus menjadi motivator penggerak pemberdayaan masyarakat di Bidang Kesehatan tingkat desa.

“Peran petugas Kesehatan di desa (Bidan dan Perawat), tidak sebatas memberikan pelayanan Kesehatan dasar Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), namun diharapkan lebih berperan dalam masyarakat untuk tanggap dan peduli terhadap masalah kesehatan di desanya,” ungkapnya

Menurut Mahmud, peserta diharapkan mampu melakukan upaya peningkatan derajat pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) yang masih tinggi di Provinsi Banten.

Kabid Sumberdaya Kesehatan dan Promosi Kesehatan Dinkes Pandeglang Dr. Kodiat Juarsa menjelaskan, kegiatan pemberdayaan masyarakat yang difasilitasi petugas kesehatan di desa salah satunya, dapat dilaksanakan di sarana Poskesdes yang ada di setiap desa.

“Poskesdes merupakan fasilitas untuk pelayanan kesehatan dasar, juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan lainnya seperti Posyandu, atau upaya kesehatan lain yang dibutuhkan masyarakat,” jelas Kodiat.

Dikatakan, Petugas Kesehatan di desa harus memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam Bidang Pemberdayaan masyarakat, agar masalah yang ada dapat dipecahkan bersama melalui petugas kesehatan di desa, lintas sector desa dan warga setempat dalam wadah musyawarah masyarakat desa.

“Bidan desa dan perawat desa diberikan pelatihan agar mampu memfasilitasi masyarakat dalam mengindentifikasi masalah dan membantu proses pemecahan masalah masyarakat desa, hingga muncul prioritas masalah,” paparnya. (Advertorial)