Proyek Jembatan Dikeluhkan Warga

279

JALAN ALTERNATIFAdanya proyek perbaikan jembatan di jalan utama Kelurahan Masigit Kecamatan Jombang kota Cilegon bertujuan untuk peningkatan sarana dan penguatan infrastrukur jembatan yang berfungsi sebagai jalan penghubung beberapa wilayah.

Namun ironisnya, adanya proyek jembatan sebagai penghubung utama itu malah menjadi persoalan dan keluhan, pasalnya jalur altenatif yang tersedia dinilai tidak memadai.

Jalan alternatif tersebut melewati jalan setapak yang sempit berbatuan, juga bergelombang dengan melewati area persawahan dan langsung menghubungkan ke jalan Perumahan Metro Cilegon,  tak ayal kondisi tersebut banyak membuat keluhan dari para pengguna jalan baik pejalan kaki, kendaran roda dua, roda tiga dan roda empat.

Diketahui, Pengalihan pengguna jalan tersebut dikarnakan saat ini sedang berlangsung kegiatan pembongkaran jembatan jalan, dijalan utama yang menghubungkan arah kenanga menuju depan jalan dinas pendidikan Kota Cilegon. Yaitu Pembangunan Peninggian jembatan yang bersumber biaya dari APBD Kota Cilegon T.A 2014 dengan menelan anggaran mencapai RP.480.850.000 dengan Pelaksana CV Wahana Karya.

Satu-satunya jalan alternatif tersebut banyak membuat para pengguna jalan yang melintas cemas dan mesti extra hati-hati, sebab jalan tersebut sempit dan juga bergelombang berbatuan dan jika malam datang diduga tak ada lampu penerangan dijalan tersebut.

Sodik, salah seorang pengendara kendaraan roda dua, yang juga Warga Kenanga, kecamatan Masigit, mengatakan, pengalihan jalan ke jalan alternatif tersebut membuat dirinya kesal, sebab hancur dan sempitnya jalan tersebut.

“Tadi pagi saya habis dari pasar kranggot mau pulang ke kenanga dengan menaiki motor, ya terpaksa lewat jalan alternatif itu, karna jalan tersebut sangat bergelombang dan sempit tadi pagi itu belanjaan saya sampai terjatuh, beras yang saya beli semuanya pada tumpah,”ujarnya.

Sodik berharap, mestinya kalau jalan utama ditutup karna perbaikan, instansi dan bidang terkait harus memikirkan pengguna jalan dengan memberikan jalan alternatif yang layak pakai, bukan melewati jalan setapak di tengah persawahan, kan kasihan pengguna jalan.

“Ga tau ini mau sampai kapan pengerjaan jembatannya, dan juga kalau malam saya lewat jalan alternatif itu, saya lihat tidak ada satupun lampu penerangan jalannya, semoga saja pengerjaan nya cepat selesai biar pengguna jalan tidak harus susah lewat sini ataupun susah berputar arah melewati jalan protokol kota Cilegon,”imbuhnya.

(zaky)

Comments are closed.