Pasca Penangkapan Gubernur Riau, KPK Didatangi Empat Pria Berambut Cepak

16702

gubernur riauPasca-ditangkap tangannya Gubernur Riau, Annas Maamun, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kedatangan empat pria berbadan tegap dan berambut cepak, Kamis (25/9) malam. Mereka mengaku datang sebagai tamu.

Dari keempat pria itu hanya tiga yang masuk ke  lobi Gedung KPK. Sementara satu orang lainnya tampak menunggu di luar. Mereka tiba sekitar pukul 23:30.

Sekitar 20 menit kemudian mereka keluar dan tampak tergesa-gesa meninggalkan Gedung KPK. Saat ditanya, mereka menjawab dengan gelagapan.

“Kami dari kementerian, cuma ingin bertamu,” kata salah seorang di antaranya, sambil terburu-buru meninggalkan Gedung KPK.

Ditanya detail kementerian yang dimaksud, pria berlogat melayu itu enggan menjawab. Ketiga temannya pun lantas memintanya untuk cepat masuk ke dalam mobil.”Sudah dulu ya,” ucapnya sambil berlalu dengan mobil Kijang Innova warna perak.

Sementara, sumber internal KPK mengatakan, ketiga pria yang masuk ke lobi Gedung KPK itu berasal dari Polda Riau. Diduga ingin bertemu salah satu rekannya, ajudan Gubernur Riau, yang turut diamankan KPK bersama sang gubernur.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kamis (26/9) sekitar pukul 17:30, KPK menjalankan operasi tangkap tangan (OTT) di rumah, di kawasan Komplek Citra Grand, Jl. Alternatif Cibubur, Bekasi, Jawa Barat. Dari lokasi itu, KPK mengamankan Gubernur Riau, Annas Maamun, beserta delapan orang lainnya.

Kedelapan orang lainnya itu, papar Johan, meliputi pengusaha, sopir, ajudan dan keluarga gubernur. Namun, dia belum menjelaskan lebih detail dengan alasan semua orang yang ditangkap itu masih berstatus terperiksa.

“Nanti akan disampaikan setelah ada kesimpulan dari penyidik apakah terperiksa yang saat ini sedang dilakukan pemeriksaan itu seperti apa. KPK punya waktu 1×24 jam (untuk pemeriksaan),” pungkasnya.

Mengenai alasan penangkapan pun, Johan belum bisa menjelaskannya secara detail. Namun, penangkapan diduga terkait tindak pidana korupsi. “Karena bersamaan dengan tadi juga ada uang disita di rumah dalam bentuk dolar Singapura dan rupiah yang kalau dikurskan tentu jumlahnya miliaran,” tutupnya.

(yul/PK/BBO)