Mengenal Lebih Dekat Figur Ahmad Sudrajat

H AHMADMunculnya sejumlah nama dalam kancah bursa calon Walikota Cilegon untuk periode 2015-2020 ini seperti membangunkan mata dan telinga masyarakat yang sebentar lagi akan diajak untuk berpartisipasi memilih calon pemimpin dalam perhelatan Pilkada Cilegon sekitar  Juni mendatang, tak ayal, publik pun menyoroti sejumlah nama yang sudah kadung dimunculkan, salah satu dari pasangan calon yang sudah tersiar dan meroket namanya adalah Ahmad Sudrajat, seorang Pengusaha, Politisi dan Aktivis yang memiliki andil besar  mendudukan  Iman Ariyadi menjadi Walikota Cilegon periode 2010 hingga saat ini.

Untuk lebih mengenal siapa dan bagaimana Ahmad Sudrajat berkiprah di percaturan Politik, Ekonomi dan Sosial  di kota Cilegon selama ini, mari kita lihat rekam jejaknya agar lebih mengetahui sosok dan kiprahnya selama ini

Lahir dan dibesarkan di kota Cilegon Banten yang masih memiliki  garis keturunan ke 13 Syeikh DjamaluddinBin Maulana Kajib Bin Maulana Malik Isroil, sehingga Haji Ahmad, biasa ia dipanggil, mendirikan sebuah padepokan yang ia namakan Majelis Dzikir Syeikh Djamaluddin, sebuah tempat bersejarah yang memiliki nilai monumental tinggi.

Sosok yang dikenal Santri ini telah memiliki 3 orang putra yang masing-masing bernama, Ahmad Sulthan Yassar, Ratu Rihadatulaisy, Rahma Rafina Nurfani yang masih kuliah Di YARSI, mantan ketua umum FBMC kota Cilegon ini juga dikenal memiliki jaringan dan relasi kuat di wilayah Banten dan sekitarnya, hal itu dibuktikan dalam acara Halal Bi Halal yang digelar dikediamannya pada Minggu (31/08) kemarin, Halal bihalal di ikuti oleh seluruh lapisan masyarakat yang berasal dari delapan kecamatan yang ada di kota Cilegon, keluarga besar, kelompok kerja, kelompok pedagang, organisasi sosial-politik lembaga perusahaan swasta maupun intansi pemerintah, acara bertempat di jalan Perdamaian no 2 blok D Cilegon, kediaman  Ahmad Sudrajat yang juga sebagai ketua TTKDH kota  Cilegon.

Mengenyam bangku Kuliah di Jurusan Teknik industri di Christian Maranatha University,sebuah Universitas kristiani dikota Bandung tak membuat Ahmad Sudrajat berkecil hati, bahkan saat itu sarana Ibadah bagi  umat Muslim yakni Masjid atau Mushola belum ada di area Kampusnya  karena mayoritas Mahasiswanya beragama Kristen, lalu Ahmad Sudrajat berinisiatif memobilisasi teman-teman Kuliahnya yang beragama Islam dan mengorganisir masyarakat sekitar  untuk membangun sarana Ibadah berupa Musholah.

Saat itu sekitar Tahun 1988, Ahmad Sudrajat dan kawan-kawan kampus membangun sebuah komunitas yang ia beri nama Keluarga Muslim Al-Haq dengan kesekretariatan sementara di Mushola seberang Kampusnya, di base Camp itulah dirumuskan beberapa pergerakan Mahasiswa yang dilatarbelakangi oleh semangat membangun dan berkarya, alhasil, Ahmad Sudrajat  selain berhasil membangun Musholla dikampusnya juga ia di percaya menjadi ketua komunitas Keluarga Muslim Al-Haq dan ia pun terpilih sebagai ketua Gerakan Mahasiswa Muslim Indonesia (GMNI) Wilayah Bandung, ketika itu lebih dikenal dengan Aktivis 90.

Seolah sudah menjadi takdir jika Ahmad Sudrajat yang sejak jaman Kuliah selalu tak mau tinggal diam ketika melihat ketidak beresan disekitarnya.

Haji Ahmad dikenal juga sebagai pengusaha yang terbilang sukses dengan tanpa ketergantungan dengan Pemerintah, kendati di awal perjuangan dalam memuluskan suksesnya Iman Ariyadi sebagai Walikota Cilegon periode sekarang ini ia pernah berjibaku pasang badan sebagai ketua tim relawan pemenangan Iman-Edi waktu itu. Namun semangat dan perjuangannya sebagai panglima perang relawan Iman-di tidak menjadikan Haji Ahmad menjadi seorang peminta balas jasa, ia jalankan semua itu sebagai rasa keterpanggilan sebagai seorang pejuang yang ingin menjadikan kota Cilegon sebagai Daerah yang dikuasai oleh tuan rumahnya sendiri.

Dan hingga sekarang inipun, kiprah usaha dan bisnis Haji Ahmad yang dikenal dekat dengan masyarakat kota Cilegon ini terus berkembang dengan sarana dan prasarana pendukung usaha yang lengkap, namun lagi-lagi sektor usaha yang ia geluti bukan berasal dari pemerintah melainkan ia lebih memilih bermain diluar, ia berharap apa yang ia lakukan dulu sebagai pejuang relawan Incumbent semata-mata ia lakukan untuk kebaikan kota Cilegon dan bukan mengharapkan imbalan jasa atau lainnya.

Dari aspek keagamaan, Haji Ahmad yang sudah lebih dikenal sebagai pemilik majelis Zikir Syech Jamaludin, sebuah tempat Ziarah Waliyullah Syekh Djamaluddin banyak didatangi dan dikunjungi para peziarah dan majelis dzikir dari dahulu hingga sekarang dari berbagai daerah kabupaten/kota se- Banten, bahkan dari luar Banten pun banyak yang mengunjungi dan berdatangan seperti dari Jawa, Sumatera dan Sulawesi serta provinsi lain di Indonesia. Syekh Djamaluddin adalah cucu dari Syekh Maulana Malik Isroil bin Abu Hasan Asy Syadzil. Pada zamannya Syekh Djamaluddin penyebar agama Islam di tataran Pulau Jawa dan Banten ini banyak berjasa dalam melawan penjajahan Portugis.

Ahmad Sudrajat yang juga Ketua Umum Yayasan Syeikh Djamaluddin, memiliki sejumlah program dan konsep terhadap penataan pada area Bukit Selat Sunda makam Waliyullah tersebut. Selain diisi dengan kegiatan keagamaan dan sosial bersama masyarakat Cilegon seperti pengajian, shalawat akbar, dzikir bersama oleh majelis dzikir se- Kota Cilegon, pemberian santunan terhadap yatim piatu dan dhuafa serta memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW setiap tahunnya. Salah satu program unggulan yayasan adalah “Investment of Spiritualism” bagi masyarakat Banten untuk mewujudkan area Bukit Selat Sunda ini menjadi “Taman Wisata Ziarah”. Di mana program dan konsep Investment of Spiritualism tersebut dalam rangka mewujudkan taman wisata ziarah yang sudah pernah didiskusikan dan diadakan dialog terbuka pada kalangan masyarakat akademisi dan praktisi di Banten mendapat apresiasi dan dukungan yang besar. Tak ketinggalan, pihaknya juga melakukan koordinasi dan mendapat dukungan serta bekerja sama dengan berbagai pihak instansi dan pemerintahan, seperti PT. ASDP dan PT. PJKA/PT. KAI serta pihak Pemerintah Kota Cilegon dan Pemerintah Provinsi Banten.

Sebagai seorang tokoh muda, Ahmad Sudrajat sudah membuktikan dirinya sudah  mampu menjadi salah seorang kandidat yang dapat diprhitungkan, berbekal sejumlah pengalaman yang pernah ia jalani dan berbekal dukungan sejumlah pihak, mulai dari para tokoh masyarakat, para Kasepuhan kota Cilegon dan sejumlah organisasi seperti TTKDH menghendaki agar dirinya tampil dan mendampingi Incumbent yang memang membutuhkan sosok figur pemersatu di kota Cilegon ini, selain mempunyai elektabilitas dan kapabilitas yang tinggi, Ahmad Sudrajat juga dapat dipercaya sebagai figur pemersatu yang dapat berdiri disemua golongan, hal itu dapat dilihat dari sejumlah pengalaman dalam bidang sosial politik, keagamaan dan sektor ekonomi  dan budaya yang dapat menjadi modal untuk tampil sebagai pendamping dan figur pemersatu sehingga berjalan sinergis pada akhirnya nanti.

Saat ini Ahmad Sudrajat selain mengelola Mjelis Zikir Syech Jamaludin dan sebagai ketua TTKDH, ia juga menjadi Founder dan Bapak asuh dari Olahraga Basket untuk Usia 14 Tahun.

(Kang Dikin)