Survei LSN: Prabowo-Hatta Kuasai Pulau Jawa

1799

Lembaga Survei Nasional (LSN) mengumumkan survei terbaru yang dilakukan pada 1-5 Juli 2014 di enam provinsi di seluruh Pulau Jawa. Hasilnya, pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa berhasil menguasai hampir semua provinsi di Pulau Jawa.

“Prabowo-Hatta berhasil mendominasi lima provinsi di Pulau Jawa, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan DKI Jakarta,” kata Direktur Eksekutif LSN, Umar S Bakry dalam konfrensi pers di Hotel Grand Menteng, Jakarta, Senin 7 Juli 2014.

Karena unggul signifikan di Pulau Jawa sebagai battleground yang menyediakan hampir 60 persen total suara nasional, menurut Umar, pasangan nomor urut satu diprediksikan memenangi Pilpres 2014 dengan suara moderat sekitar 55 persen.

Umar mengatakan alasan memilih Pulau Jawa sebagai obyek survei kali ini karena Pulau Jawa merupakan daerah paling seksi bagi kedua pasang yang menyediakan sekitar 60 persen total suara nasional.

Oleh karena itu, dia menilai siapapun yang menguasai Pulau Jawa hampir dipastikaan memenangi Pilpres.

“Hanya di Provinsi DIY, Prabowo-Hatta kalah dari Jokowi-Kalla dengan angka yang cukup signifikan,” ujar Umar.

Umar melanjutkan, ketika ditanyakan kepada responden pasangan mana yang dipilih jika pilpres dilaksanakan hari ini, sebanyak 48,6 persen responden mengaku akan memilih Prabowo-Hatta. Sedangkan 39 persen menyatakan akan memilih Jokowi-Kalla.

“Sisanya 12,4 persen masih belum bisa memutuskan atau undecided voters,” ucap dia.

Untuk diketahui, populasi dari survei ini adalah seluruh penduduk Pulau Jawa yang sudah memiliki hak pilih dan tercantum dalam DPT. Jumlah sampel sebanyak 880 responden diperoleh melalui teknik pengambilan sampel secara rambang berjenjang (multistage random sampling).

Simpangan kesalahan (margin of error) sebesar 3,3 dan pada tingkat kepercayaan (level of confidence) 95 persen.

Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dengan responden dengan menggunakan telepon. Survei tersebut dilengkapi dengan analisis dan in-depth interview dengan sejumlah narasumber.

Sumber: Viva