Drs. H. A M. Ana Najahudin, “Akan Menggandeng Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian & Kelautan”

183

IMG_1842

Drs. H. A M. Ana Najahudin, “Akan Menggandeng Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian Dan Dinas Kelautan”

Puluhan tahun berkecimpung di dunia pendidikan  H. Ana Najahudin paham betul seluk beluk dunia  pendidikan, menjadi guru  baginya adalah pengabdian yang harus di lakukan dengan ikhlas..

Mendidik baginya bukan hanya persoalan kecerdasan  IQ saja, melainkan keseimbangan Emotional Quetion menjadi wajib. Tujuan akhirnya adalah IPTEK dan IMTAK “tidak hanya cerdas,  tapi prilaku  yang baik juga harus,” ujar H. Ana.

Bidik-Profil, – Pada pemilihan calon Legislatif tahun ini H. AM. Ana Najahudin maju menjadi caleg dari Partai Gerindra Dapil IV Jombang – Purwakarta nomor urut 7. H.Ana menyoroti tes seleksi yang diadakan Dinas Pendidikan bagi kelulusan SD yang akan ke SMP, SMP ke SLTA. banyak siswa yang sebenarnya berprestasi tapi pada kenyataannya tidak lulus mengikuti tes yang di lakukan Dinas Pendidikan tersebut. “ Kejadiannya adalah, ketika di adakan tes saat penerimaan siswa baru oleh Dinas Pendidikan, siswa yang dulu berprestasi di  SD atau SMP-nya tidak lulus ,” ungkapnya. Padahal dengan indikator raport  persemester dan nilai ujian negara (UN), sudah menjadi indikator bahwa anak tersebut mampu. “Sehingga banyak keluhan oleh masyarakat bahwa yang lulus itu memberikan sejumlah uang, betul tidaknya saya tidak tahu, tetapi kepada siapa uang itu mengalir harus di teliti,” tegas H. Ana.

“Kalau secara objektif, nilai yang sudah di keluarkan oleh Negara melalui UN sudah nilai yang sangat objektif. Dan kualitas soal yang dibuat oleh Negara itu lebih bagus daripada  soal – soal yang dibuat oleh Dinas Pendidikan,” Ungkapnya.  Selain hal itu  H. Ana memperhatikan banyak yang mempunyai prestasi , tapi mereka tidak mendapatkan beasiswa, jatuhnya beasiswa tidak tepat sasaran.

H. Ana juga menyoroti banyaknya lulusan SMA/SMK/SLTA yang tidak tertampung menjadi tenaga kerja  di perusahaan, Dilihat secara statistik jumlah lulusan SLTA sebanyak 4000 lebih, sementara tenaga kerja yang di tampung oleh perusahaan – perusahaan tidak lebih dari 10 – 20 persen. “ Lulusan SLTA perlu di berikan pengetahuan bagaimana menciptakan lapangan kerja,” katanya.

Bagaimana mendorong  agar hal tersebut  terwujud, H. Ana mengatakan bila ia di percaya untuk duduk menjadi anggota DPRD Cilegon ia akan sekuat tenaga menggandeng Dinas Pendidikan untuk memberikan bimbingan kepada siswa agar menjadi siswa yang kreatif, dan mendorong Dinas Tenaga Kerja  untuk memberikan pelatihan – pelatihan kepada pemuda  “setelah di berikan pelatihan, jangan di biarkan begitu saja,” tegas H.Ana. sehingga mereka bisa mandiri dalam artian menciptakan lapangan kerja.

Ketua petani melon Kota Cilegon ini pun mengatakan akan concern terhadap persoalan para petani, dengan jumlah lahan pertanian yang sangat sedikit di Kota Cilegon   kita upayakan supaya masyarakat petani bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Upaya yang akan dilakukan adalah menggandeng Dinas Pertanian untuk memberikan bimbingan dan pelatihan kepada para petani cara bercocok tanam yang baik. “Jangan sampai nanti hanya asal bercocok tanam atau bertani, jangan asal nancep,” himbau H. Ana.

H. Ana bergelut  dengan bidang pertanian sehingga dia tau betul permasalahan yang di hadapi petani, sebagai contoh pupuk urea, ketika petani sedang membutuhkannya stok urea langkah. “Urea itu sudah subsidi, tapi ketika petani membutuhkan kadang – kadang langkah dan harganya melambung tinggi,” kata H. Ana.

Menstabilkan harga pupuk urea dan mengawasi stok pupuk yang ada di Cilegon, adalah langkah yang akan di laksanakannya bila terpilih di pemilihan legislatif (pileg) 2014 nanti. “Banyak terjadi indikasi pupuk yang ada di Cilegon, keluar dari Cilegon,” terang H. Ana.

Menghadapi hiruk pikuk pemilu yang tak lama lagi H. Ana tidak ingin banyak berjanji, 2 program tapi ingin serius melaksanakannya, “Saya tidak muluk – muluk, jangan sampai programnya melangit tapi tidak membumi,” tuturnya. sejauh ini H. Ana tidak ingin ikut – ikutan memasang spanduk dan poster di jalan atau tempat umum, karena Ia tau belum saatnya hal itu di lakukan karena akan melanggar undang – undang yang berlaku. H. Ana paham betul seorang pemimpin adalah orang yang akan menegakan aturan.

“Saya ingin bersilahturahmi saja, kalo kita banyak silahturahmi kita akan banyak kawan, kalau kita banyak kawan kita akan kuat, kalau kita kuat kita akan menang,” ungkap anggota KPU 2 periode ini. H. Ana tidak menganggap caleg lain adalah musuh atau lawan baginya semua adalah kawan. “Optimis dan berpikir positif harus menjadi keseharian kita karena bila kita optimis akan menciptakan kerja yang maksimal,” sambung H. Ana

Wakil rakyat adalah aset bagi masyarakat yang akan mewakili kita 5 tahun ke depan, H. Ana berpesan kepada para pemilih “ Silahkan anda memilih dengan bijak, liat kinerjanya, track recordnya, jangan sampai terbuai oleh  harapan – harapan yang tentunya akan menjadi harapan kosong,” pesannya.

 

 

Nama                                                     : Drs. H. AM. Ana Najahudin

Nama Istri                                             : Hj. Masitoh Masdik, S.Pd

Alamat                                                  : Link. Jombang Wetan No. 36 RT. 03/05 – Cilegon

Orang Tua                                            : H. A Halawi Hayz (Bapak) Hj. Mawaddah (Ibu)

Alamat Orang Tua                              : Link. Jombang Cemara

 

Pengalaman Kerja dan Organisasi   : 1. Anggota KPU Kota Cilegon 2 periode (2003 – 2013)

2. Guru SMA Muhammadiyah Cilegon

3. Pengurus HMI Cabang Yogyakarta

4. Sekum KBY ( Keluarga Banten Yogyakarta )

5. Ketua Dkm Masjid Nurul Qusri Jombang Cemara – Cilegon

6. Pengurus DKM Masjid Agung Cilegon

7. Bendahara LPM Kelurahan Jombang Wetan – Cilegon

8. Pengurus ICMI Kota Cilegon

9. Ketua Petani Melon Cilegon

10. Ketua Asosiasi Pencak Silat Tradisional Banten Indonesia (APTBI) DPD Kota Cilegon

(Dod/Erv/Sod/BBO)