Derita Masyarakat Kota Industri

522

Indoferro Kuasai Lahan Warga

Persoalan  ini telah mencuat lama  ketika warga di tiga lingkungan di Kelurahan Kepuh Kecamatan Ciwandan  kecewa terkait kesepakatan rencana pembebasan tanah di lingkungan warga oleh PT Indoferro tidak menemukan titik temu antara pihak warga dan perusahaan. Hal ini dipicu oleh warga yang merasa tidak nyaman dengan ancaman kerusakan lingkungan dan kesehatan atas kondisi yang ditimbulkan dari dampak adanya timbunan stockpile yang dilakukan oleh perusahaan yang memproduksi besi tersebut.

Berlarut-larutnya persoalan pembebasan yang rencananya akan dilakukan oleh pihak perusahaan, menyisakan  cerita duka tersendiri bagi sejumlah warga yang bermukim di sekitaran perusahaan pengolah biji besi tersebut. Mulai dari terisolasinya jalur komunikasi warga akibat akses  jalan yang dikuasai oleh perusahaan, sampai kepada sarana air bersih yang tidak memadai akibat dari pencemaran yang dilakukan oleh pihak perusahaan.

Kesedihan warga yang bermukim di 4 RT dan 1 RW yang terdiri dari kampung Kalempar, Bunder, Ciromo dan Ciwandan  itu menjadi semakin bertambah manakala lembaga terkait seperti Kelurahan, Kecamatan sampai Pemerintah kota dan wakil rakyat dimana tempat mereka mengadu dirasakan oleh warga hanya sebatas retorika belaka, bahkan  warga merasa sudah tidak memiliki tempat berlindung lagi. “Sekarang ini kondisi kami sudah peteng (gelap-red) karena sudah tidak ada yang menerangi dan membantu kami ”   ujarnya.

Beberapa warga yang sempat ditemui BBO menceritakan, selama Indoferro berdiri sekitar tahun 2005, sejumlah aset masyarakat yang menjadi sarana umum mulai hilang dan dikuasai oleh perusahaan, diantaranya yaitu jalan milik masyarakat Sunan Demak yang menghubungkan 4 kampung, sarana air bersih yang sudah tak berfungsi karena sumur warga yang tercemar dan saluran air selokan yang tersumbat akibat lahan yang ditutup. (dIK-BBO)

 

 

Comments are closed.